RW 08 Pesanggrahan Jalani Penilaian Faktual Proklim Madya

Rabu, 02 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 307

IMG 20260902 WA0053

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Tim Verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Provinsi DKI Jakarta (Madya) melakukan penilaian dan peninjauan lapangan di RW 08, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Konsisten menjaga lingkungan"

Ketua Tim Verifikasi Lapangan yang juga Subkelompok Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Nahilul Huda mengatakan, peninjauan dilakukan bersama perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta.

Menurutnya, verifikasi berfokus pada berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah diterapkan masyarakat di lingkungan RW 08, Kelurahan Pesanggrahan.

"Aksi adaptasi mencakup pengendalian kekeringan, banjir, tanah longsor, peningkatan ketahanan pangan, hingga pengendalian penyakit akibat perubahan iklim. Sedangkan, aksi mitigasi meliputi pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi baru terbarukan," ujarnya, Rabu (2/9).

Ia mengapresiasi pengelolaan sampah di RW 08, Kelurahan Pesanggrahan yang dinilai sudah berjalan baik. Tingkat pemilahan sampah di wilayah tersebut bahkan telah mencapai 80 persen.

Meski demikian, terdapat catatan yang perlu ditindaklanjuti, terutama terkait pengendalian kekeringan. Tim verifikasi menyarankan warga menambah sarana penampungan air hujan atau kolam tadah hujan.

"Hal yang perlu dikembangkan lebih lanjut adalah pengendalian kekeringan. Kami sarankan untuk menambah sarana penampungan air hujan atau kolam tadah hujan di lingkungan ini," terangnya.

Sementara itu, Ketua RW 08, Kelurahan Pesanggrahan, Tengku Zainal memaparkan, budaya memilah sampah di wilayahnya sudah berjalan dengan baik. 

Ia menuturkan, salah satu program unggulan adalah fasilitas budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang memanfaatkan lahan tidur seluas 1.500 meter persegi.

"Dari total sampah organik sisa rumah tangga yang terkumpul 80 hingga 90 kilogram per hari, sekitar dua karung langsung kami olah menggunakan maggot dan habis dalam waktu 24 jam," bebernya.

Selain menggunakan maggot, lanjut Zainal, sampah organik dan dedaunan kering diolah dengan metode Teba Modern. Proses pembusukan dipercepat menggunakan cairan Biowash sehingga sampah organik dapat terurai menjadi kompos dalam waktu sekitar satu bulan.

"Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayah setempat," ucapnya.

Menanggapi masukan tim verifikasi, Zainal berkomitmen segera merealisasikan pembuatan wadah penampungan air hujan di Kompleks Bumi Bintaro Permai.

"Fasilitas penampungan air hujan memang belum ada dan akan segera kami buat. Harapan kami, seluruh warga dan generasi penerus dapat konsisten menjaga lingkungan serta merawat pohon-pohon yang ada agar wilayah ini tetap asri," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260824 WA0037

Dinas LH Lakukan Verlap Proklim Madya di RW 02 Kebon Sirih

Senin, 24 Agustus 2026 584

Verlap kampung proklim RW 05 Pegadungan budi3

RW 05 Pegadungan Jalani Verifikasi Lapangan Proklim Madya 2026

Rabu, 02 September 2026 418

Tim Verlap Proklim Madya Sambangi RW 05 Pasar Minggu

RW 05 Pasar Minggu Siap Melaju ke Proklim Madya

Jumat, 28 Agustus 2026 446

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 4467

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5556

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1446

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 1044

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1991

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks