Jumat, 28 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 129
(Foto: Anita Karyati)
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara meninjau lokasi dan kondisi penyintas kebakaran di Jalan Dermaga Ujung, RW 22, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan untuk memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi.
"Kami hadir di sini"
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan, kehadiran jajaran Forkopimko, termasuk Dandim, Kajari, dan Kapolres, serta dukungan Artha Graha Peduli, PKK, Dharma Wanita, dan Bhayangkari merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan dukungan moral dan memastikan pelayanan bagi warga terdampak berjalan optimal.
"Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi. Kami juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam dan meminta warga tetap tabah menghadapi musibah ini," ujarnya, Jumat (28/8).
Hendra menjelaskan, sejumlah Posko sudah tersedia untuk melayani kebutuhan dasar warga secara cepat. Posko tersebut meliputi Posko Kesehatan dan Posko Pendidikan untuk membantu pengurusan dokumen ijazah atau surat penting sekolah yang terbakar.
Kemudian, Posko Dukcapil untuk penggantian KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta Posko Sosial untuk penyediaan konsumsi, logistik, dan penyaluran bantuan dari para donatur.
"Untuk layanan Dukcapil bahkan langsung jadi di tempat. Selain itu, kami juga memberikan layanan psikososial berupa trauma healing bagi anak-anak dan orang dewasa agar mereka tidak larut dalam kesedihan," terangnya.
Menurutnya, pihaknya akan menambah fasilitas di dalam tenda pengungsian agar warga lebih nyaman, mengingat kondisi cuaca yang cukup panas.
"Kami akan segera menambah kipas angin dan sambungan listrik tambahan di tenda pengungsian. Saya doakan bapak dan ibu semua sehat. Tetap semangat," ungkapnya.
Lurah Pluit, Faizal memaparkan, berdasarkan data terkini, terdapat 131 jiwa dari 46 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi penyintas kebakaran.
"Penyintas kebakaran itu juga ada delapan orang yang merupakan Lansia dan 11 Balita," bebernya.
Ia menuturkan, dua tenda pengungsian sudah disiapkan, masing-masing berada di depan Musala Sirojul Muslimin dan di lapangan. Tenda tersebut disiapkan agar warga dapat beristirahat dengan nyaman.
"Alhamdulillah, bantuan untuk warga terus berdatangan. Kami pastikan pendampingan dilakukan hingga warga benar-benar pulih," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 11/22, Kelurahan Pluit, Adhe (35) mengaku sangat terbantu dengan bantuan dan perhatian dari berbagai pihak.
Adhe yang tengah hamil tua dan dijadwalkan menjalani operasi caesar pada Senin mendatang sempat panik karena seluruh dokumen kependudukannya hangus terbakar.
"Waktu api besar, saya hanya berpikir menyelamatkan diri dan anak kecil saya. Harta benda habis semua. Alhamdulillah, sekarang KTP dan KK sudah jadi lagi melalui posko di sini. Ini penting sekali untuk mengurus administrasi di rumah sakit nanti," imbuhnya.
Meski demikian, Adhe masih mengkhawatirkan kondisi setelah melahirkan. Ia berharap, mendapatkan bantuan hunian yang lebih layak sehingga tidak perlu membawa bayi yang baru lahir ke tenda pengungsian.
"Semoga ada tempat tinggal lagi yang layak. Kasihan bayi kalau harus tidur di tenda yang panas. Saya sangat berterima kasih atas bantuan makanan dan perhatian pemerintah sejauh ini," tandasnya.