Jumat, 28 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 101
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mendukung program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat. Tahun ini, sebanyak 2.000 unit rumah di Jakarta Utara dialokasikan untuk mendapatkan bantuan perbaikan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
"Permukiman yang lebih aman dan nyaman"
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan, berdasarkan data saat ini terdapat sekitar 174 ribu rumah tidak layak huni (RTLH). Program BSPS akan diprioritaskan bagi warga di Kecamatan Cilincing dan Penjaringan.
"Kami berterima kasih dan siap mendukung percepatan pengumpulan serta pengunggahan data pada awal September 2026," ujarnya, Jumat (28/8).
Hendra menjelaskan, rumah yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, tidak berada di area sempadan, tanah sengketa, maupun lahan milik negara.
Menurutnya, program BSPS tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat. Pengurus RT dan RW diinstruksikan turut mengawal pelaksanaan program serta memastikan warga sekitar dilibatkan sebagai tenaga kerja.
"Bersama kita wujudkan lingkungan permukiman yang lebih aman dan nyaman untuk warga Jakarta Utara," terangnya.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait saat meninjau langsung salah satu calon penerima bantuan BSPS di wilayah Cilincing memastikan data penerima sesuai dengan kondisi di lapangan, tepat sasaran, dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
"Kita cek data yang diberikan, benar atau tidak, tepat sasaran atau tidak. Kita mau kerja cepat, tata kelolanya benar, dan tepat sasaran," ungkapnya.
Maruarar menuturkan, setiap rumah penerima BSPS mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta. Pengerjaan fisik dijadwalkan berlangsung mulai 8 September hingga 8 November 2026.
Ia menginginkan, pelaksanaan program melibatkan potensi ekonomi lokal, termasuk tenaga kerja dan toko material yang berada di sekitar lokasi.
"Usahakan pekerjanya dari warga sekitar, toko materialnya juga yang sekitar. Supaya program ini juga bisa menggerakkan perekonomian di daerah ini," imbuhnya.
Maruarar meminta Pemkot Jakarta Utara teliti dalam menyisir dan menetapkan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, salah seorang warga Jalan Tipar Cakung, RT 05/01, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Udin Marudin (55) mengaku bersyukur mendapat perhatian dari pemerintah karena menjadi calon penerima manfaat bantuan tersebut.
Ia menyampaikan, sehari-hari bekerja sebagai penjual burung dara dengan penghasilan sekitar Rp 2 juta per bulan dan tinggal di rumah seluas 98 meter persegi yang telah ditempatinya sejak lahir bersama sembilan anggota keluarga dari empat Kepala Keluarga (KK).
"Kondisinya memang sudah memprihatinkan, hampir hancur dimakan usia. Kabar mengenai program bedah rumah ini adalah berkah luar biasa bagi kami," ucapnya.
Ia berharap, pemerintah konsisten memperhatikan masyarakat yang membutuhkan agar warga dengan kondisi serupa dapat merasakan manfaat program tersebut dan tinggal di rumah yang lebih layak.
"Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Gubernur atas langkah nyata membantu rakyat kecil," tandasnya.