Kamis, 27 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 306
(Foto: Reza Pratama Putra)
LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai siap beroperasi dengan sejumlah penyempurnaan pada fasilitas dan layanan bagi pengguna. Kehadiran rute ini tidak hanya memperluas konektivitas transportasi publik Jakarta, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dengan mengedepankan aspek hospitality.
Penyempurnaan tersebut terlihat dari fasilitas penunjang yang tersedia di sejumlah stasiun pada rute Velodrome–Manggarai. Setiap stasiun memiliki karakter dan tampilan yang berbeda, dengan fasilitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus mendukung terwujudnya transportasi publik yang inklusif.
"memberikan alternatif mobilitas masyarakat,"
Sejumlah fasilitas penunjang yang tersedia antara lain pos kesehatan, ruang laktasi, drinking fountain, Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), musala pria dan wanita, serta kursi tunggu di peron. Untuk mendukung mobilitas pengguna, setiap stasiun juga dilengkapi dengan lift, eskalator, dan tangga.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Iwan Takwin mengatakan, kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas seluruh pengguna.
“Fasilitas kesehatan memberikan dukungan bagi pengguna yang membutuhkan pertolongan, sementara ruang laktasi dan Pos SAPA dihadirkan untuk mendukung kebutuhan perempuan dan anak selama menggunakan transportasi publik,” ujarnya, Kamis (27/8).
Ia menyampaikan, selain fasilitas bagi pengguna, terdapat pula penyempurnaan pada penataan fasilitas operasional perkeretaapian. Pada rute Velodrome–Manggarai, ruang fasilitas operasional saat ini ditempatkan di dalam area stasiun.
Dengan demikian, peralatan dan fasilitas penunjang operasional yang sebelumnya berada di median jalan tidak lagi menggunakan ruang tersebut, sehingga dapat menambah area penghijauan di sepanjang jalur Velodrome–Manggarai.
Menurutnya, penyempurnaan fasilitas dan prasarana ini menjadi bagian dari pengembangan transportasi massal Jakarta yang tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga kenyamanan, aksesibilitas, dan aspek lingkungan
“Kehadiran LRT Jakarta diharapkan dapat memberikan alternatif mobilitas masyarakat sekaligus mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan mengatasi persoalan kemacetan,” katanya.
Iwan menjelaskan, penyempurnaan LRT Jakarta dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi infrastruktur dan operasional, tetapi juga fasilitas dan pengalaman pengguna.
“Rute Velodrome–Manggarai hadir dengan sejumlah fasilitas yang lebih lengkap dan mengedepankan aspek hospitality, sehingga masyarakat mendapatkan pengalaman menggunakan transportasi publik yang semakin nyaman,” jelasnya.
Ia mengatakan, penyempurnaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen Jakpro bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan transportasi publik yang semakin nyaman, aman, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Iwan menambahkan, dengan beroperasinya LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai, masyarakat akan mendapatkan pilihan transportasi publik yang semakin terhubung dengan fasilitas yang terus ditingkatkan.
Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi transportasi Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sekali lagi kami berkomitmen agar pengguna dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman menggunakan LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai yang membentang sepanjang 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun dengan waktu tempuh sekitar 28 menit,” tandasnya.
Sebagai informasi, LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai melayani 11 stasiun yakni, Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.