Rabu, 26 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 70
(Foto: Istimewa)
Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, berhasil membukukan total penjualan Rp177,21 miliar hingga hari terakhir penyelenggaraan. Capaian tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang mencatat total penjualan Rp130,84 miliar.
Selain penjualan, business matching (BM) dalam rangkaian KKI 2026 juga mencatat capaian positif. BM ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara itu, BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata capaian dalam tiga tahun terakhir.
"UMKM perlu mempunyai ekosistem,"
KKI 2026 diikuti lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Ajang tersebut juga mendapat dukungan 27 kementerian/lembaga, 34 asosiasi dan mitra strategis, serta jaringan kantor perwakilan Bank Indonesia di dalam dan luar negeri.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman mengatakan, KKI menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang mampu mendorong pelaku usaha tumbuh, tangguh, dan berdaya saing secara berkelanjutan.
"Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," ujar Aida, Senin (26/8).
Di tingkat daerah, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia DKI Jakarta memfasilitasi 30 UMKM binaan untuk mengikuti KKI 2026. Keikutsertaan tersebut menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan nilai total USD467.923,46 atau sekitar Rp8,2 miliar.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil business matching antara sembilan UMKM DKI Jakarta dari sektor makanan dan minuman (food and beverage) serta dekorasi rumah (home decor) dengan pembeli dari berbagai negara.
Capaian positif juga diraih UMKM DKI Jakarta di pasar domestik. Selama KKI 2026, UMKM yang bergerak di bidang wastra, fesyen, dan aksesori mencatat total omzet Rp3,2 miliar.
Salah satu UMKM yang mencatatkan penjualan produk terbanyak adalah Ing Pawon pada kategori Camilan Nusantara. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk unggulan UMKM DKI Jakarta.
Dari sisi pembiayaan, Ayam Penyet Bandung berhasil memperoleh fasilitas pembiayaan melalui business matching dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) senilai Rp500 juta. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan dan peningkatan skala usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, keberhasilan UMKM Jakarta dalam KKI 2026 menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
"Keberhasilan UMKM Jakarta di KKI 2026 menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing untuk menjangkau pasar domestik maupun global, sekaligus mendukung penguatan Jakarta sebagai kota global," tutur Iwan.
Ke depan, KPw Bank Indonesia DKI Jakarta berkomitmen memperkuat sinergi dan pendampingan bagi UMKM agar peluang pasar serta jejaring yang terbentuk selama KKI 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal.
Upaya tersebut diharapkan semakin memperluas akses pasar dan mendorong UMKM DKI Jakarta naik kelas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang tumbuh, tangguh, dan berdaya saing.