Rabu, 05 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 155
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 10 grup unjuk kebolehan dalam Festival Teater Jakarta Utara 2026 di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Senin (3/8) hingga Jumat (7/8) mendatang.
Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Wawan Setiawan mengatakan, festival ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk berekspresi, berkreasi, dan menghadirkan kisah-kisah bermakna di atas panggung.
Melahirkan karya yang merefleksikan kehidupan
"Setiap dialog, gerak, dan ekspresi dalam festival ini diharapkan melahirkan karya yang merefleksikan kehidupan, sekaligus memperkaya warna seni budaya di Jakarta Utara," ujarnya, Rabu (5/8).
Wawan menjelaskan, festival ini hasil kolaborasi dengan Ikatan Teater Jakarta Utara (ITERA). 20 grup yang tampil di antaranya Teater Trotoar, Teater Cahaya Art Studio, Teater AN, Teater Marooned Actor Society.
Kemudian, Teater Sanggar Bambu, Teater diRI, Teater Sabdu Biru, Teater Anu, Teater Nahkoda Lakara, dan Bambie Teater.
"Para peserta tampil secara bergantian setiap hari dengan durasi masing-masing satu jam. Sesi pertama dimulai pukul 15.30-17.30 dan sesi kedua pukul 20.00-22.00," terangnya.
Selain menentukan juara umum, lanjut Wawan, festival ini juga memberikan penghargaan untuk sejumlah kategori, seperti Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria dan Perempuan Terbaik, Pemeran Pembantu Pria dan Perempuan Terbaik, serta Penata Musik, Artistik, Rias, Lampu, Kostum, hingga Manajemen Panggung dan Produksi Terbaik.
Pemenang pertama akan menerima uang pembinaan sebesar Rp 12,5 juta, juara kedua Rp 10 juta, dan juara ketiga Rp 8,5 juta.
Rencananya, penutupan festival serta Malam Anugerah akan dilaksanakan pada Senin (10/8) pukul 19.00 di lokasi yang sama.
"Kami berharap melalui ajang ini muncul bibit-bibit seniman berbakat. Nantinya, juara satu hingga tiga akan mewakili Jakarta Utara ke tingkat provinsi," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Teater Marooned Actor Society, Fadjar Sukma mengapresiasi penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah bergengsi bagi para pelaku seni untuk meningkatkan kreativitas.
Dalam festival ini, kelompoknya membawakan pertunjukan berjudul Shift 4 'Setelah Metamorfosis Kafka', yang menceritakan tentang perjuangan seseorang dalam menghadapi realitas kehidupan sehari-hari di ibu kota.
"Kami sangat mengapresiasi festival ini karena para pelaku seni merasa lebih dihargai dan diberikan ruang luas untuk berkreasi. Semoga kegiatan seperti ini terus konsisten dilaksanakan," pungkasnya.