Selasa, 04 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 91
(Foto: Anita Karyati)
Pelaku usaha ikan hias dan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), mendapat pelatihan Pengelolaan Budidaya Perikanan Ramah Lingkungan dari jajaran Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.
Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha mengatakan, pelatihan ini untuk mendorong para pembudidaya mengoptimalkan pemanfaatan keramba jaring apung (KJA), tidak hanya sebagai sarana produksi ikan, tetapi juga sebagai sumber pendapatan melalui sektor pariwisata.
Meningkatkan nilai tambah Keramba Jaring Apung (KJA)
“Kami ingin meningkatkan nilai tambah KJA. Selain menghasilkan ikan, kawasan budidaya juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata edukasi maupun wisata pemancingan,” ujarnya, Selasa (4/8).
Gama menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pembudidaya agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai tambah.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan budidaya yang ramah lingkungan, mulai dari dampak kegiatan budidaya terhadap ekosistem laut, seperti potensi eutrofikasi, hingga pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas KJA.
“Peserta juga dibekali konsep pengembangan wisata edukasi dengan membuka kawasan keramba sebagai destinasi pembelajaran bagi wisatawan,” katanya.
Menurut Gama, pengembangan wisata budidaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), agen perjalanan, hingga perangkat daerah terkait agar potensi KJA semakin dikenal masyarakat.
“Kami berharap terjalin sinergi dengan sektor pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu sehingga wisata budidaya dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir,” tuturnya.
Selain pealtihan, Sudin KPKP Kepulauan Seribu juga menyerahkan bantuan sarana budidaya meliputi pakan ikan laut, serokan ikan, tabung oksigen, pompa dorong, dan freezer untuk mendukung produktivitas usaha.
Salah seorang peserta dari Pokdakan Ayu Bahari, Somad, mengaku pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam mengembangkan usaha budidaya yang lebih inovatif.
Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menarik lebih banyak wisatawan ke Kepulauan Seribu.
“Selama ini kami hanya fokus pada produksi ikan hias. Setelah mengikuti pelatihan, kami mendapat pemahaman bahwa lokasi budidaya juga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi,” pungkasnya.