Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 206
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara melakukan pembersihan sampah secara masif di kawasan Hutan Kota Penjaringan, Jalan Kepanduan II, RW 16, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan. Dalam sepekan terakhir, ratusan ton sampah berhasil diangkut dari lokasi tersebut.
"Melalui kolaborasi lintas sektor"
Kepala Satuan Pelaksana LH Kecamatan Penjaringan, Fadli Rahman mengatakan, pembersihan sudah dilakukan secara bertahap sejak April lalu.
"Pengangkutan sampah secara masif baru dioptimalkan dalam sepekan terakhir melalui kolaborasi lintas sektor," ujarnya, Senin (27/7).
Fadli merinci, sejak Jumat (24/7), pihaknya mengerahkan 10 hingga 12 unit armada pengangkut sampah setiap hari untuk memindahkan sampah ke tempat pembuangan akhir.
"Setiap harinya tercatat sebanyak 114 hingga 130 ton sampah yang diangkut. Kami targetkan dalam tiga pekan ke depan area ini sudah tuntas dibersihkan jika tidak ada kendala," terangnya.
Ia menjelaskan, penanganan sampah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) serta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara.
"Untuk mempercepat proses pembersihan, kami mengerahkan dua unit alat berat ekskavator serta mendapat bantuan armada dari Satuan Pelaksana LH kecamatan lain di Jakarta Utara," ungkapnya.
Fadli menegaskan, selain melakukan pembersihan, pihak kelurahan dan kecamatan juga meningkatkan pengawasan untuk mencegah warga kembali membuang sampah secara sembarangan di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan, tumpukan sampah yang berada di kawasan itu didominasi sampah lama.
"Kami terus memantau agar tidak ada lagi yang membuang sampah ke sini. Kemarin sempat ada satu oknum yang tertangkap tangan dan langsung kami tindak. Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan kawasan ini," bebernya.
Sementara itu, Lurah Pejagalan, Wisnu Irhusnah menambahkan, tumpukan sampah di kawasan tersebut berasal dari aktivitas pembuangan sampah secara ilegal. Sebagai langkah pencegahan, pihaknya akan memasang kamera pengawas (CCTV) dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Wisnu memaparkan, total area yang terdampak tumpukan sampah mencapai kurang lebih 5.000 meter persegi. Hingga saat ini, proses pembersihan lahan atau clearing sudah mencapai sekitar 2.000 meter persegi.
"Semoga dengan adanya CCTV, area ini bisa lebih termonitor. Koordinasi antarinstansi juga terus diperkuat untuk memantau lokasi agar tetap rapi dan bersih," jelasnya.
Wisnu menargetkan, proses pembersihan dapat diselesaikan secepatnya. Berdasarkan perkiraan, total sampah yang harus diangkut dari lokasi tersebut mencapai sekitar 500 ritase truk.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kondisi kawasan tersebut dan meminta pengertian masyarakat selama proses pembersihan masih berlangsung.
"Setelah semua diangkut, nanti fungsi lahan ini akan dikembalikan sepenuhnya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk warga," tandasnya.