Kamis, 23 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 162
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Rajasa Band, yang seluruh personelnya merupakan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat sukses memukau pengunjung pada penutupan Bazar Balai Kota bertajuk 'Jakarta Kreasi Nusantara' di Ruang Serba Guna MH Thamrin, Graha Ali Sadikin, Kamis (23/7).
Membawakan sejumlah lagu pop Melayu, Rajasa Band menjadi bukti bahwa program pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan kerja, tetapi juga memberi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas.
"Bukti nyata keberhasilan pembinaan,"
Penampilan tersebut turut disaksikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus (DK) Jakarta, Wachid Wibowo. Dalam kesempatan itu, ia juga meninjau stan-stan produk unggulan karya warga binaan yang dipamerkan di bazar.
Wachid mengunjungi sejumlah stan untuk melihat langsung kualitas dan keragaman produk hasil pembinaan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah DK Jakarta.
Ia juga berdialog dengan petugas pembinaan mengenai proses produksi, pengembangan keterampilan, hingga strategi pemasaran produk.
"Produk dan penampilan yang ditampilkan hari ini merupakan bukti nyata keberhasilan pembinaan. Keterampilan ini harus menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat," ujar Wachid.
Di sisi lain, antusiasme pengunjung menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan.
"Antusiasme masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus mendampingi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya," katanya.
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan bazar serta berbagai program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk hidup lebih mandiri, produktif, serta bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pidana.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Pemasaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Sukmo Wismantoro menambahkan, Bazar Jakarta Kreasi Nusantara diikuti sekitar 50 pelaku UMKM. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mitra strategis, seperti Bank Indonesia, Bank Jakarta, KPPD, lembaga pemasyarakatan, sekolah menengah kejuruan (SMK), serta BUMD Dharma Jaya dan Food Station.
Menurut Sukmo, kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pengunjung sehingga bazar tidak hanya bergantung pada pegawai di lingkungan Balai Kota Jakarta.
Selain menghadirkan produk UMKM, panitia juga menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti sosialisasi, hiburan, hingga aktivasi panggung. Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan nilai transaksi.
"Harapannya setelah mengikuti sosialisasi atau menikmati hiburan, pengunjung juga berbelanja produk UMKM," ucapnya.
Sukmo juga mengingatkan para pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kedisiplinan dalam menjalankan usaha.
"Produknya sudah bagus, tetapi attitude juga penting. Mulai dari cara melayani pembeli, menawarkan produk, hingga disiplin datang tepat waktu. Itu juga menjadi bagian dari keberhasilan mereka dalam berusaha," tandasnya.