Rabu, 22 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 159
(Foto: Istimewa)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mencatat nilai transaksi sementara sebesar Rp200 juta dalam dua hari penyelenggaraan Bazar Balai Kota bertajuk 'Jakarta Kreasi Nusantara' di Ruang Serba Guna MH Thamrin, Graha Ali Sadikin.
Bazar yang berlangsung pada 20-23 Juli 2026 ini menjadi ajang promosi sekaligus pembelajaran bagi pelaku UMKM binaan Jakpreneur.
"Produk mereka sudah bagus,"
Ketua Subkelompok Pemasaran Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Sukmo Wismantoro mengatakan, bazar tersebut diperuntukkan bagi UMKM yang baru lolos proses kurasi agar dapat belajar memasarkan produk secara langsung kepada konsumen. Seluruh peserta telah siap dari sisi kualitas produk, kemasan, hingga penyajian.
"Bazar Balai Kota memang diperuntukkan bagi UMKM yang baru selesai mengikuti kurasi. Harapannya mereka bisa belajar berjualan, membangun branding, dan memperkenalkan produknya langsung kepada pembeli," ujar Sukmo, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, Bazar Jakarta Kreasi Nusantara diikuti sekitar 50 pelaku UMKM. Kegiatan juga melibatkan sejumlah mitra strategis, di antaranya Bank Indonesia, Bank Jakarta, KPPD, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), SMK, serta BUMD Dharma Jaya dan Food Station.
Menurut Sukmo, kolaborasi tersebut bertujuan memperluas jangkauan pengunjung sehingga bazar tidak hanya mengandalkan pegawai di lingkungan Balai Kota Jakarta.
Di sisi lain, panitia juga menggelar berbagai kegiatan pendukung mulai dari sosialisasi, hiburan, hingga aktivasi panggung dengan penampilan band yang diharapkan menarik banyak pengunjung guna meningkatkan transaksi.
"Harapannya setelah mengikuti sosialisasi atau menikmati hiburan, pengunjung juga berbelanja produk UMKM," katanya.
Sukmo menambahkan, hingga hari kedua penyelenggaraan nilai transaksi sementara mencapai sekira Rp200 juta dan masih berpotensi bertambah hingga bazar ditutup.
"Mudah-mudahan sampai penutupan bisa terus meningkat," ucapnya.
Selain mendorong peningkatan penjualan, Sukmo juga mengingatkan pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kedisiplinan.
"Produk mereka sudah bagus, tetapi attitude juga penting. Mulai dari cara melayani pembeli, menawarkan produk, hingga disiplin datang tepat waktu. Itu juga menjadi bagian dari keberhasilan mereka dalam berusaha," tandasnya.