Kamis, 11 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 121
(Foto: Nurito)
Sebanyak 50 peserta dari lima kecamatan di Jakarta Timur mengikuti pelatihan membuat aneka kue yang diselenggarakan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Timur. Pelatihan berlangsung mulai 8-12 Juni 2026, di Kantor Sudin Nakertransgi Jakarta Timur.
"Menjadi bekal untuk membuka usaha"
Kepala Subbagian Tata Usaha Sudin Nakertransgi Jakarta Timur, Aldino Septa Nugraha mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.
"Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta agar dapat menjadi bekal untuk membuka usaha mandiri. Ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran di Jakarta," ujarnya, Kamis (11/6)
Aldino merinci, peserta pelatihan merupakan perwakilan dari Kecamatan Cakung, Pulo Gadung, Duren Sawit, Jatinegara, dan Matraman.
"Selama pelatihan, mereka mendapatkan materi praktik pembuatan berbagai jenis kue yang memiliki peluang pasar cukup besar," terangnya.
Menurutnya, dalam sesi pelatihan hari ini peserta diajarkan membuat chiffon cake, kue tart chiffon, dan dadar cheese lumer yang saat ini tengah digemari kalangan muda.
"Selama lima hari pelatihan peserta juga mempelajari pembuatan aneka donat, chui kao so, roti manis, karipap, dessert Thailand, sponge cake, decoration cake, hingga risoles cokelat cheese lumer," ungkapnya.
Ia memaparkan, selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung untuk memulai usaha seperti, Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat pelatihan elektronik, serta bantuan peralatan kerja berupa mixer.
Ia berharap, pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan peserta, baik yang baru ingin memulai maupun sudah memiliki usaha. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi modal penting bagi peserta untuk menciptakan peluang kerja secara mandiri dan tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal.
"Bagi peserta pemula, kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha sendiri. Sedangkan, bagi yang sudah memiliki usaha, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, kreativitas, serta inovasi dalam mengembangkan usaha mereka," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Duren Sawit, Dwi Rahayu (20) mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan banyak manfaat.
"Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena ingin membuka usaha kue dari rumah. Pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru dan menambah kepercayaan diri saya untuk mulai berwirausaha," tandasnya.