Rabu, 10 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 85
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak 80 peserta perwakilan dari 10 LSM, ormas dan organisasi kepemudaan di Jakarta Barat, Rabu (10/6), mengikuti dialog kebangsaan bertajuk membangun semangat cinta seni dan budaya.
Kegiatan yang diadakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat ini, menghadirkan narasumber dari Ditjen Polpum Kemendagri, Arul Kusumawijaya, yang menyampaikan materi “Merajut Nasionalisme melalui Seni dan budaya”.
Menumbuhkan perilaku dan budi pekerti masyarakat
Kemudian, Akademisi, Usmar Ismail yang memberikan materi berjudul “Seni dan Budaya sebagai Perekat Identitas Bangsa”.
Menurut Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat Tumpal Hasiholan , dialog ini bertujuan memberikan pemahaman pentingnya memiliki rasa cinta terhadap seni dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam kebhinekaan.
"Kegiatan ini diharapkannya bisa menumbuhkan perilaku dan budi pekerti masyarakat tentang semangat keberagaman seni dan budaya dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa," ucap Tumpal.
Ditambahkan Tumpal, kegiatan dialog ini juga bisa menjadi media komunikasi dan evaluasi dalam rangka membangun sikap dan perilaku masyarakat untuk menumbuhkembangkan seni dan budaya yang beretika.
"Semoga hasilnya dapat memberi kontribusi positif bagi pembangunan. Khususnya di Jakarta Barat,” tambahnya.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim yang membacakan sambutan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, menyampaikan bahwa kegiatan akan memperkuat jalinan komunikasi dan silaturrahmi antara ormas dan unsur dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat.
Ditegaskannya, seni dan budaya merupakan salah satu instrumen untuk mengharmonisasikan seluruh sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat. Harmonisasi terbangun ini diharapkannya mampu menjaga akselerasi dan orientasi pembangunan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik.
"Capaian dari pembangunan dan pemberdayaan semacam itu dapat berimplikasi terhadap proses pembentukan good governance dan masyarakat yang lebih demokratis,” tandasnya.