Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 210
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta menyambut positif hadirnya kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said sebagai ruang baru bagi masyarakat untuk berolahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah menilai penambahan lokasi aktivitas olahraga masyarakat ini agar warga memiliki lebih banyak pilihan untuk menjaga kebugaran setelah menjalani rutinitas kerja selama sepekan.
"melibatkan komunitas,"
Ia mengatakan, kawasan Rasuna Said tidak hanya menjadi tempat olahraga modern, tetapi juga wadah bagi berbagai olahraga tradisional dan rekreasi.
“Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat menikmati beragam aktivitas seperti hula hoop, egrang, bakiak, lion dance, hingga berbagai jenis senam yang melibatkan komunitas-komunitas olahraga masyarakat,” ujarnya, Selasa (9/6).
Andri Yansyah menjelaskan, Dispora DKI Jakarta bekerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta yang menaungi puluhan Induk Organisasi Olahraga (Inorga).
Saat ini, terdapat sekitar 27 Inorga aktif di DKI Jakarta dengan ragam cabang olahraga rekreasi dan tradisional yang bertujuan meningkatkan minat masyarakat untuk berolahraga secara rutin.
Pada pelaksanaan perdana HBKB di Rasuna Said, puluhan anggota Inorga turut meramaikan kegiatan tersebut. Beberapa aktivitas yang ditampilkan antara lain egrang, hula hoop, bakiak, senam tradisi, senam jantung sehat, senam tera, hingga pertunjukan drum band.
“Selain itu, berbagai komunitas lain juga mulai menunjukkan minat untuk bergabung, yang membutuhkan ruang lebih luas untuk beraktivitas,” katanya.
Menurutnya, kehadiran berbagai Inorga di HBKB Rasuna Said tidak hanya bertujuan memperkenalkan olahraga masyarakat kepada warga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet olahraga rekreasi.
Upaya tersebut sejalan dengan persiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS), yang menjadi ajang kompetisi olahraga masyarakat tingkat nasional.
Ia menambahkan, konsep yang diterapkan adalah menjemput bola dengan menghadirkan langsung komunitas olahraga di ruang publik. Melalui spanduk, demonstrasi kegiatan, dan interaksi langsung dengan masyarakat, warga dapat mengenal berbagai cabang olahraga rekreasi sekaligus mendaftar menjadi anggota komunitas.
“Dispora berharap dengan cara ini partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi dan olahraga masyarakat terus meningkat, prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan, dan DKI Jakarta tetap mampu bersaing sebagai salah satu daerah terbaik dalam ajang FORNAS,” tandasnya.