Selasa, 26 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 155
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Utara mendistribusikan Alat Bantu Fisik (ABF) berupa 70 unit kursi roda kepada warga penyandang disabilitas dan lanjut usia (Lansia) di Kecamatan Koja.
"Bermanfaat untuk menunjang produktivitas"
Kepala Seksi Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial (Perlinjamrehsos) Sudinsos Jakarta Utara, Agus Kurniawan mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu mobilitas warga yang membutuhkan.
"Total bantuan kursi roda tahap pertama ini sebanyak 70 unit untuk 70 pemerlu di enam kelurahan di Kecamatan Koja," ujarnya, Selasa (26/5).
Agus menjelaskan, bantuan disalurkan berdasarkan usulan dari Satuan Pelaksana (Satpel) Sosial kecamatan, anggota dewan, serta unsur masyarakat lainnya yang kemudian diverifikasi oleh petugas.
Ia merinci, penerima bantuan kursi roda meliputi 18 warga di Kelurahan Tugu Utara, delapan warga di Kelurahan Tugu Selatan, 16 warga di Kelurahan Lagoa, tujuh warga di Kelurahan Rawa Badak Utara, 20 warga di Kelurahan Rawa Badak Selatan, dan satu warga di Kelurahan Koja.
"Sejak kemarin hingga hari ini bantuan terus didistribusikan langsung oleh petugas kepada para penerima," terangnya.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat memudahkan penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kemandirian mereka.
"Kami ingin alat bantu ini dirawat dengan baik sehingga masa pakainya lebih lama dan benar-benar bermanfaat untuk menunjang produktivitas warga," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Koja, Adi Jaya Gumelar menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Sudinsos Jakarta Utara dalam merespons kebutuhan warga.
Menurutnya, sinergisitas antara pihak kecamatan dan Sudinsos sangat penting untuk memastikan layanan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
"Bagi warga yang mengalami keterbatasan fisik, kursi roda bukan sekadar alat bantu, tetapi juga menjadi penyambung harapan agar mereka tetap dapat bersosialisasi dan beraktivitas," ucapnya.
Ia mengimbau para lurah serta pengurus RT/RW untuk terus aktif mendata warga yang membutuhkan bantuan serupa, tetapi belum terjangkau.
"Semoga ke depan kuota bantuan dapat terus ditambah sehingga tidak ada lagi warga yang mengalami kesulitan mobilitas akibat keterbatasan alat bantu fisik," tandasnya.