Jumat, 08 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 389
(Foto: Anita Karyati)
Terselesaikannya pembangunan jembatan penghubung antara RW 12, Kelurahan Pademangan Timur dan RW 01, Kelurahan Sunter Agung di Jakarta Utara disambut warga dengan penuh suka cita. Jembatan sepanjang 22 meter dengan lebar 1,5 meter itu diberi nama Jembatan Garuda.
"Memberikan manfaat bagi masyarakat luas"
Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi TNI, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara, dan masyarakat.
Ketua RW 01, Kelurahan Sunter Agung, Suselo mengatakan, jembatan ini menjadi akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari. Selama ini, masyarakat beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan material seadanya, tetapi hanya bertahan dalam waktu singkat.
"Jembatan ini sudah ada sejak 20 tahun lalu, tetapi terus mengalami kerusakan. Diperbaiki secara swadaya paling hanya bertahan tiga sampai empat bulan," ujarnya, Jumat (8/5).
Suselo menjelaskan, jembatan tersebut menjadi jalur utama bagi ribuan pelajar serta akses tercepat menuju pasar, Puskesmas, dan fasilitas umum lainnya.
"Tanpa jembatan ini, warga harus memutar hingga sekitar dua kilometer," terangnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pangdam Jaya dan seluruh pihak yang telah merealisasikan kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang aman dan layak.
"Warga sangat senang. Harapan kami jembatan ini bisa awet, tahan lama, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ungkapnya.
Salah seorang warga RT 02/12, Kelurahan Pademangan Timur, Hani (65) mengaku kini merasa lebih aman saat melintas karena sebelumnya khawatir terjatuh ketika menggunakan jembatan kayu yang sudah rapuh.
"Dulu saya takut lewat karena jembatannya dari kayu dan sudah tua. Sekarang lebih aman, jadi senang sekali dan berterima kasih," tuturnya.
Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta, Mayjen TNI Deddy Suryadi menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Presiden RI, Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kerakyatan.
"Negara hadir untuk membantu kesulitan rakyat, khususnya dalam masalah jembatan. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk sektor ekonomi dan pendidikan," ucapnya.
Ia memaparkan, Kodam Jaya telah meresmikan 10 titik jembatan di wilayah Jakarta Utara, Tangerang, dan Bekasi untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
Selain pembangunan jembatan, ia menambahkan, TNI juga terus menjalankan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program gentingisasi. Saat ini, Kodam dan Korem tengah menyiapkan tambahan rehabilitasi 20 rumah warga melalui program Presiden RI.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota. Jika ada rumah yang memenuhi syarat, khususnya memiliki sertifikat, maka akan segera kami tindak lanjuti,' tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Darat atas pembangunan jembatan permanen yang telah lama dinantikan warga.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam Jaya beserta jajaran, Danrem, dan Dandim yang telah mewujudkan keinginan masyarakat. Jembatan ini menyatukan dua wilayah penting di Jakarta Utara," jelasnya.
Ia menilai, keberadaan jembatan permanen berbahan besi dan beton tersebut akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga dibandingkan jembatan kayu sebelumnya.
"Selama 20 tahun jembatan kayu itu memang membutuhkan perbaikan segera. Alhamdulillah, kini sudah diresmikan jembatan besi yang jauh lebih kuat dan lebih baik," tandasnya.