Kamis, 07 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 157
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan seni musik Islami yang diadakan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok.
"Ekosistem seni budaya yang aktif dan berkelanjutan"
Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program rutin tahunan yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan seni budaya Islami, khususnya musik rebana, di Jakarta Utara.
"Pelatihan yang berlangsung mulai 7 hingga 22 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan kualitas para pelaku seni musik Islami dari enam kecamatan di Jakarta Utara," ujarnya, Kamis (7/5).
Ia berharap, pelatihan tersebut tidak hanya mengasah keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkuat pelestarian rebana sebagai warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya kelompok musik Islami yang berkualitas.
"Kami ingin membangun silaturahmi dan kolaborasi antar pelaku seni guna menciptakan ekosistem seni budaya yang aktif dan berkelanjutan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Sudin Kebudayaan Jakarta Utara, Wawan Setiawan menambahkan, peserta dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Rebana Hadrah yang diikuti 10 peserta, Rebana Qasidah 10 orang, dan Rebana Ketimpring sebanyak 10 orang.
"Pelatihan menggunakan metode teori dan praktik. Seluruh peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pelatih kompeten yang berpengalaman di bidang seni rebana," ungkapnya.
Menurutnya, materi pelatihan meliputi pengenalan dasar seni musik Islami, teknik dasar dan lanjutan rebana sesuai kategori, penguasaan irama dan variasi tabuhan, kekompakan serta harmonisasi dalam kelompok, hingga praktik langsung dan evaluasi penampilan.
"Para peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi karena materi disesuaikan dengan karakteristik jenis rebana masing-masing," bebernya.
Wawan menjelaskan, pada akhir kegiatan seluruh peserta akan menampilkan hasil latihan mereka dalam sesi evaluasi kelompok. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap seni musik Islami sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
"Kami berharap ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat disebarluaskan dan dikembangkan kembali di grup atau lingkungan mereka masing-masing," tandasnya.