Kamis, 16 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 228
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Riano P Ahmad mengapresiasi langkah tegas aparat dalam menindak aksi premanisme yang terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Menurut Riano sinergi Tiga Pilar yang terdiri dari Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah menjadi respons cepat yang patut didukung dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
"Saya mengapresiasi langkah cepat Tiga Pilar,"
“Aksi premanisme dan tindak kriminalitas tentu sangat meresahkan. Saya mengapresiasi langkah cepat Tiga Pilar, terutama kepolisian, dalam menindak hal tersebut. Ini penting untuk meminimalisir wilayah-wilayah rawan kriminalitas,” ujar Riano, Kamis (16/4).
Namun demikian, Riano mengingatkan bahwa penanganan premanisme tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan represif. Ia menilai, perlu ada upaya pembinaan yang lebih komprehensif dari pemerintah.
Menurutnya, maraknya aksi premanisme tidak terlepas dari persoalan kesenjangan sosial di masyarakat.
“Kita harus melihat sebab dan akibatnya. Mengapa ada orang melakukan pemalakan atau premanisme? Salah satunya karena kesenjangan sosial. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat, tetapi juga pemerintah melalui pembinaan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga ketertiban lingkungan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda setempat harus memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Riano menilai, stigma Tanah Abang sebagai wilayah yang identik dengan premanisme tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut praktik serupa juga terjadi di berbagai wilayah lain.
“Premanisme bukan hanya di Tanah Abang. Mungkin karena lokasinya di pusat kota, sehingga sorotannya lebih besar. Padahal di wilayah lain juga ada,” katanya.
Ke depan, ia menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan yang lebih kuat, baik dari pemerintah maupun masyarakat, guna mencegah terulangnya praktik serupa.
“Yang perlu diperkuat adalah pengawasan dan pembinaan sejak dini. Ini harus dilakukan bersama-sama,” tandasnya.