Jumat, 13 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 117
(Foto: Istimewa)
Satpol PP DKI Jakarta menyiagakan ribuan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa libur Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026. Pengamanan dilakukan selama 24 jam dengan sistem sif yang telah diatur.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, sekitar 1.790 personel Satpol PP diterjunkan setiap hari untuk melakukan pengamanan di berbagai wilayah Jakarta.
"bergantian melalui sistem sif,"
Ia menyampaikan, secara keseluruhan, Satpol PP DKI Jakarta memiliki sekitar 5.100 personel yang disiagakan di seluruh wilayah Jakarta. Para petugas tersebut dibagi dalam tiga sif sehingga pengamanan dapat dilakukan sepanjang waktu.
“Anggota kita semuanya totalnya ada 5.100 se-Jakarta. Para personel tersebut akan bertugas secara bergantian melalui sistem sif. Kalau kita setiap hari menerjunkan personelnya sekitar 1.790 personel untuk pengamanan keamanan dan ketertiban. Jadi Jakarta dijaga oleh mereka semua selama 24 jam,” ujar Satriadi, saat memimpin Apel Kesiapan Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).
Satriadi menjelaskan, selain menyiagakan personel, Satpol PP juga mengantisipasi potensi kerawanan selama periode mudik Lebaran, khususnya terkait rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.
Ia menginstruksikan jajaran di tingkat wilayah, khususnya kasatgas kelurahan, untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan, TNI, Polri, serta unsur masyarakat seperti RT dan RW. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyosialisasikan langkah-langkah pengamanan kepada warga yang akan mudik.
Satpol PP DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman serta menginformasikan kepada lingkungan sekitar ketika akan bepergian.
“Kalau bisa memang dititipkan atau diinformasikan kepada lingkungan sekitar kalau memang sedang mudik. Itu yang perlu diinformasikan kepada masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Satpol PP DKI Jakarta juga meningkatkan kualitas pengawasan melalui patroli yang lebih intensif. Menurut Satriadi, patroli tidak hanya dilakukan sekadar melintas, tetapi juga harus memastikan kondisi keamanan lingkungan secara langsung.
Ia menekankan agar frekuensi patroli ditingkatkan selama periode menjelang hingga setelah Lebaran. Jika sebelumnya patroli dilakukan satu kali, maka dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam satu periode pengawasan.
“Patroli yang tadinya cuma sekali bisa dua kali atau tiga kali. Patroli juga harus berkualitas, jangan hanya sekadar lewat, tapi menyapa dan memastikan bagaimana kondisi keamanan di sekitarnya,” jelasnya.
Satriadi menambahkan, peningkatan pengawasan juga akan difokuskan di sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat, seperti tempat wisata setelah Lebaran.
Menurutnya, kehadiran Satpol PP di lokasi-lokasi tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung.
“Kita harus hadir di situ untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung,” tandasnya.