Jumat, 13 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 247
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Pramuka saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu, Jumat (13/3).
Pembangunan SPALD ini untuk memperbaiki kualitas sanitasi dan lingkungan di Pulau Pramuka yang dihuni oleh sekitar 2.200 penduduk.
"Saya lihat secara langsung kualitasnya sangat baik,"
"Saya meresmikan sarana Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang saya lihat secara langsung kualitasnya sangat baik," ujar Pramono.
Ia berharap, pembangunan SPALD ini memberikan manfaat bagi masyarakat kepulauan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Untuk diketahui, terdapat lima zona IPAL eksisting yang dibangun pada 2012 hingga 2013 dan berkapasitas total 195 m³ per hari. Namun berdasarkan inspeksi di lapangan, ditemukan bahwa IPAL zona 2 dan zona 3 melayani di luar kapasitas semestinya.
Zona 2 memiliki kapasitas 113 SR dan melayani 245 SR. Sedangkan zona 3 berkapasitas 113 SR dan melayani 129 SR. Karena itu, terjadi over capacity dan perlu dilakukan pengembangan melalui pembangunan dan peningkatan SPALD Pulau Pramuka.
Pembangunan dan peningkatan SPALD di Pulau Pramuka diharapkan dapat menjadi sarana pengolahan air limbah domestik agar lebih maksimal dan memiliki fungsi ekologis dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta masyarakat setempat.
Melalui peningkatan SPALD ini maka akan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga, mengurangi pencemaran laut dan bau tidak sedap, mendukung pariwisata bersih dan berkelanjutan, dan menjadi prototype pengelolaan SPALD terpadu di wilayah Kepulauan Seribu.