Jakarta Nihil Kasus Campak, Kewaspadaan Ditingkatkan Jelang Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 921

Pemeriksaan campak balita doc

(Foto: Doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus campak menjelang masa libur Lebaran. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus positif di Jakarta, langkah antisipasi mulai diperketat mengingat adanya tren kenaikan kasus di daerah penyangga Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan, pihaknya melakukan pemantauan kasus campak dengan sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).

"belum ditemukan ada yang positif,"

"Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan lakukan surveilans. Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans," ujar Ani, Rabu (11/3).

Jika Dinkes menemukan pasien dengan gejala campak, maka akan segera dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan kondisinya.

"Tapi sejauh ini, untuk domisili di Jakarta belum ada. Tetapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada," tegasnya.

Ani menekankan bahwa kelompok yang paling berisiko tertular adalah anak-anak, terutama bayi dan balita karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah.

Oleh sebab itu, ia pun menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak kecil selama masa silaturahmi Lebaran.

"Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar. Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak itu, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kasus ini, Dinkes DKI Jakarta akan fokus melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Menurut Ani, program imunisasi massal saat ini belum dilakukan karena belum ditemukan kasus aktif di Jakarta.

Ani menduga, potensi munculnya kembali kasus campak merupakan dampak dari masa pandemi Covid-19, di mana cakupan vaksinasi campak di banyak daerah belum mencapai target 100 persen.

"Mungkin salah satu penyebabnya karena memang ketika ini masih bawaan ketika Covid, vaksinasi campak memang di banyak daerah belum sampai 100 persen, sehingga masih ada beberapa yang belum tervaksinasi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Seorang ibu memeriksakan kesehatan anaknya di posyandu

Kasus Campak di Jaksel Cepat Ditangani

Jumat, 19 September 2025 2268

IMG 20260303 190046

Pegawai PJLP Dinsos DKI Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 03 Maret 2026 672

Kunjungi RSKD Duren Sawit, Pramono Puji Kualitas Layanan

Kunjungi RSKD Duren Sawit, Pramono Puji Kualitas Layanan

Selasa, 10 Maret 2026 727

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 6381

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1836

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 626

Gebyar seni budaya setubabakan nur

Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

Sabtu, 20 Juni 2026 483

Rano Karno Buka Discover Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur 3

Rano Resmi Buka Discover Betawi Art and Culture 2026

Jumat, 19 Juni 2026 540

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks