Jakarta Nihil Kasus Campak, Kewaspadaan Ditingkatkan Jelang Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 1479

Pemeriksaan campak balita doc

(Foto: Doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus campak menjelang masa libur Lebaran. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus positif di Jakarta, langkah antisipasi mulai diperketat mengingat adanya tren kenaikan kasus di daerah penyangga Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan, pihaknya melakukan pemantauan kasus campak dengan sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).

"belum ditemukan ada yang positif,"

"Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan lakukan surveilans. Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans," ujar Ani, Rabu (11/3).

Jika Dinkes menemukan pasien dengan gejala campak, maka akan segera dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan kondisinya.

"Tapi sejauh ini, untuk domisili di Jakarta belum ada. Tetapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada," tegasnya.

Ani menekankan bahwa kelompok yang paling berisiko tertular adalah anak-anak, terutama bayi dan balita karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah.

Oleh sebab itu, ia pun menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak kecil selama masa silaturahmi Lebaran.

"Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar. Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak itu, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kasus ini, Dinkes DKI Jakarta akan fokus melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Menurut Ani, program imunisasi massal saat ini belum dilakukan karena belum ditemukan kasus aktif di Jakarta.

Ani menduga, potensi munculnya kembali kasus campak merupakan dampak dari masa pandemi Covid-19, di mana cakupan vaksinasi campak di banyak daerah belum mencapai target 100 persen.

"Mungkin salah satu penyebabnya karena memang ketika ini masih bawaan ketika Covid, vaksinasi campak memang di banyak daerah belum sampai 100 persen, sehingga masih ada beberapa yang belum tervaksinasi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Seorang ibu memeriksakan kesehatan anaknya di posyandu

Kasus Campak di Jaksel Cepat Ditangani

Jumat, 19 September 2025 2489

IMG 20260303 190046

Pegawai PJLP Dinsos DKI Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 03 Maret 2026 940

Kunjungi RSKD Duren Sawit, Pramono Puji Kualitas Layanan

Kunjungi RSKD Duren Sawit, Pramono Puji Kualitas Layanan

Selasa, 10 Maret 2026 1000

BERITA POPULER
Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 3605

Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2594

Penataan Lahan Jadi Taman Interaktif Cijantung nurito

Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 1063

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1291

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1375

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks