Rabu, 04 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 199
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan wilayah melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
DKI Jakarta dan Jawa Timur merupakan kontributor utama perekonomian nasional. DKI Jakarta tercatat sebagai penyumbang PDRB terbesar di Pulau Jawa sebesar 29,31 persen dan menyumbang 16,62 persen terhadap PDB Nasional.
"memperkuat ekosistem perdagangan di Jakarta,"
Sementara itu, Jawa Timur merupakan kontributor terbesar kedua dengan nilai PDRB mencapai Rp3.403,17 triliun pada tahun 2025. Sinergi ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan Jakarta bergantung pada pasokan komoditas unggulan asal Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan warga.
Ia menyampaikan, misi dagang ini merupakan langkah nyata dalam memperpendek rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjaga. Ratu menilai, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM kedua provinsi untuk memperluas akses pasar melalui pertemuan bisnis Government to Business (G to B) dan Business to Business (B to B).
"Fokus utama kami adalah memastikan security of supply atau kepastian pasokan bagi masyarakat Jakarta,” ujarnya, Rabu (4/3).
Ratu menjelaskan, melalui sinergi ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya memfasilitasi transaksi jangka pendek, tetapi mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih dalam, termasuk investasi hilirisasi dan penguatan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mitra dari Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem perdagangan di Jakarta," katanya.
Sebagai gambaran, total nilai perdagangan kedua provinsi telah mencapai Rp 89,21 triliun. Pada pelaksanaan misi dagang periode sebelumnya di tahun 2021, kerja sama ini berhasil membukukan komitmen transaksi sebesar Rp 750,44 miliar dari 103 transaksi dagang. Ia berharap, pada pelaksanaan tahun 2026 antara DKI Jakarta dan Jawa Timur dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
“Kerja sama ini dapat menciptakan iklim investasi yang sehat, meningkatkan pendapatan daerah, serta secara kolektif mendorong kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi melalui produk dan layanan yang lebih berkualitas,” jelasnya.
Sebagai informasi, komitmen ini diwujudkan dalam acara ‘Misi Dagang dan Investasi’ yang diselenggarakan di Menara Peninsula Hotel, Jakarta.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto menyampaikan, DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi dan distribusi nasional sangat bergantung pada pasokan komoditas unggulan dari Jawa Timur, antara lain beras, cabai rawit, bawang merah, produk hortikultura, hingga produk perikanan.
“Hubungan ini menunjukkan adanya rantai pasok yang saling melengkapi antara sektor produksi di Jawa Timur dengan sektor perdagangan dan jasa di Jakarta,” tandasnya.