Senin, 23 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 377
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2).
Impor sapi ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok daging sapi di ibu kota saat bulan suci Ramadan dan Idulfitri.
"mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan,"
Pramono menyampaikan, pada tahap awal ini pengiriman dilakukan sebanyak 3.139 ekor dari total target 7.500 ekor.
"Pada hari ini secara resmi, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dharma Jaya mengimpor sapi dari Australia yang per hari ini sudah masuk kurang lebih 3.100 dari 7.500 yang direncanakan," ujar Pramono.
Impor sapi dari Australia ini dilakukan setelah 28 tahun lamanya melalui BUMD Dharma Jaya. Pramono menekankan kerja sama ini terwujud dengan adanya hubungan sister city antara Jakarta dengan beberapa kota di Australia.
Dengan adanya impor sapi ini, ia meyakini pasokan dan harga daging di Jakarta akan terjaga di tengah lonjakan permintaan masyarakat, sekaligus untuk mengendalikan inflasi.
Pramono menjelaskan, faktor utama inflasi di Jakarta yakni saat menyambut Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras.
"Tapi Alhamdulillah tiga yang utama ini (daging, cabai, beras) mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan," katanya.
Selain pemenuhan stok jangka pendek, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk ketahanan pangan jangka menengah. Dharma Jaya berencana mengelola lahan di Ciangir, Banten sebagai pusat penyediaan pakan dan penggemukan sapi secara mandiri.
"Mereka ingin mengelola tempat untuk rumput, supaya bisa dipakai untuk penggemukan sapi-sapi yang ada, tempatnya di Ciangir. Kami akan memproses untuk itu," kata Pramono.
Pramono meyakini, dengan cara ini maka kebutuhan pangan Jakarta akan terpenuhi karena Dharma Jaya melakukan pengelolaan peternakan secara langsung.
Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menambahkan, saat ini kondisi stok daging di Jakarta masih tersedia sebanyak 1.000 ton. Sedangkan stok sapi hidup yang tersedia di Dharma Jaya saat ini sekitar 1.500 ekor.
"Memang kalau untuk yang ini, saat ini kan kita turun 590 ekor, tapi stok di tempat kita itu sekarang ada 1.500-an. Jadi, itulah yang akan kita gunakan untuk Ramadan ini," jelasnya.
Sekadar diketahui, kebutuhan daging sapi atau kerbau per hari di Jakarta mencapai sekitar 65 ton. Kebutuhan komoditas ini biasanya mengalami kenaikan signifikan pada saat hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan lebaran sekitar empat persen.