Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 333
(Foto: Nugroho Sejati)
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat peningkatan signifikan pada layanan Kartu Layanan Gratis (KLG) sepanjang 2025. Ini menjadi bukti jika layanan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pendaftar KLG pada 2025 mencapai 76,5 ribu orang atau meningkat 143 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 32,2 ribu pendaftar.
"transportasi publik yang inklusif, aman, dan terjangkau,"
Sejalan dengan kenaikan tersebut, proporsi ridership bertarif gratis terhadap total pelanggan Transjakarta juga mengalami peningkatan dari 4,61 persen pada 2024 menjadi 6,05 persen pada 2025.
Peningkatan ini tercermin dari total perjalanan pelanggan KLG yang mencapai 25 juta perjalanan pada 2025, atau naik sekitar 47,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17 juta perjalanan.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menyampaikan, bahwa kebijakan layanan gratis bagi kelompok masyarakat tertentu semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.
“Transjakarta berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang inklusif, aman, dan terjangkau bagi seluruh warga, khususnya kelompok rentan dan yang membutuhkan dukungan mobilitas,” ujarnya, Jumat (20/2).
Ia menambahkan, program layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan keadilan sosial di sektor transportasi.
“Transjakarta terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem agar layanan KLG berjalan optimal serta tetap akuntabel,” tandasnya.
Adapun lima besar pengguna layanan KLG Transjakarta pada 2025 adalah sebagai berikut:
1. Penduduk Lanjut Usia sebanyak 14.350.750 perjalanan (57,38 persen).
2. Peserta Didik Pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul sebanyak 3.526.432 perjalanan (14,10 persen).
3. ASN dan Pensiunan PNS Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.880.971 perjalanan (7,52 persen).
4. PJLP dan pegawai non-ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.710.885 perjalanan (6,84 persen).
5. Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa sebanyak 1.379.450 perjalanan (5,52 persen).
Berikut 15 golongan penerima layanan Kartu Layanan Gratis Transjakarta:
1. Penduduk Lanjut Usia.
2. Peserta Didik Pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
3. ASN dan Pensiunan PNS Provinsi DKI Jakarta.
4. PJLP dan pegawai non-ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
5. Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa.
6. Penyandang disabilitas.
7. Karyawan Swasta Pemegang Kartu Pekerja Jakarta.
8. Juru Pemantau Jentik, Pengurus Karang Taruna, Dasawisma, atau Pengurus Pos Pelayanan Terpadu.
9. Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
10. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini.
11. Penerima Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi anak.
12. Penduduk Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
13. Penjaga Rumah Ibadah.
14. Tim penggerak PKK dan kelompok PKK.
15. Veteran Republik Indonesia.
Sekadar informasi, komitmen untuk memberikan kemudahan akses transportasi publik terus ditunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI Jakarta memperluas layanan transportasi gratis bagi 15 golongan, termasuk seluruh pengurus rumah ibadah.
Layanan transportasi gratis ini meliputi Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Penerima layanan gratis dapat mendaftarkan diri melalui skema pendaftaran di Bank Jakarta.