Senin, 16 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 354
(Foto: Reza Pratama Putra)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu mengapresiasi rangkaian Festival Tahun Baru Imlek 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan budaya Tionghoa yang sarat tradisi dan memiliki sejarah panjang di Jakarta, tetapi juga menjadi momentum yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
"Festival Imlek tahun ini patut diapresiasi,"
“Festival Imlek tahun ini patut diapresiasi. Penyelenggaraannya bukan hanya merayakan budaya komunitas Tionghoa, tetapi juga menyatukan masyarakat dari semua kalangan,” ujar Kevin, Senin (16/2).
Pada perayaan kali ini, masyarakat menyambut Tahun Kuda Api. Kevin berharap, semangat di tahun baru tersebut membawa kebersamaan, keharmonisan, dan keberuntungan bagi seluruh warga Jakarta.
“Semoga masyarakat Jakarta yang sejak dahulu hidup dalam keberagaman bisa terus harmonis. Saya juga berharap semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan ke depan,” katanya.
Ia menilai, Festival Imlek 2026 juga menjadi kesempatan bagi Pemprov DKI dan masyarakat untuk memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kaya budaya.
Selain itu, Kevin mendorong agar promosi kegiatan Imlek semakin digencarkan. Menurutnya, berbagai festival yang digelar tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Saya melihat festival ini sangat positif. Selain melestarikan tradisi, juga menggerakkan ekonomi warga. Pedagang ikan, UMKM kuliner, hingga pelaku seni ikut merasakan dampaknya. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi kebanggaan Jakarta setiap menjelang Imlek,” jelasnya.
Kevin pun mengusulkan sejumlah langkah konkret untuk memaksimalkan potensi tersebut. Pertama, memperkuat branding agar perayaan Imlek tidak hanya dipandang sebagai acara tahunan, melainkan dikemas sebagai festival budaya dan kuliner khas Jakarta.
Kedua, memaksimalkan promosi melalui media sosial serta berkolaborasi dengan influencer kuliner maupun budaya untuk menarik minat generasi muda.
Ketiga, mendorong kolaborasi lintas dinas agar Festival Imlek masuk dalam kalender resmi pariwisata Jakarta sehingga mampu menarik wisatawan.
“Kalau dikelola secara serius, ini bisa naik kelas menjadi destinasi budaya nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kevin menekankan pentingnya menjaga persatuan. Ia berharap, perayaan Imlek 2026 semakin mempererat persaudaraan sekaligus menjadi awal kemajuan di berbagai bidang yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Jakarta maju bukan karena satu kelompok, tetapi karena semua saling mendukung. Semoga di tahun baru ini kita semakin rukun, ekonomi makin baik, dan Jakarta makin maju bersama,” tandasnya.