Minggu, 15 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 141
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Kegiatan Jakarta Mengaji di Taman Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat diwarnai pemberian santunan bagi 100 anak yatim dan dhuafa.
Selain program rutin yang dilaksanakan ke lima wilayah kota, kegiatan yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jakarta Adil Sejahtera (JAS) ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
"Yuk kita ambil peran bantu Jakarta,"
Sekretaris kota Jakarta Pusat, Denny Ramdani mengatakan, seiring dengan telah ditetapkannya Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota dan bertransformasi menjadi kota global, maka Jakarta tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan hanya bermodalkan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Yuk kita ambil peran bantu Jakarta. Kita tidak ada SDA hanya punya SDM, karena itu jangan berhenti untuk mendidik," katanya, Minggu (15/2).
Diakui Denny, selama ini Jakarta memang tidak kekurangan orang pintar. Namun isu mengenai adab masih menjadi salah satu persoalan sosial, terutama di kalangan generasi muda.
Karena itu, Denny berharap, kegiatan yang bertujuan memberikan edukasi akhlak generasi muda ini bisa terus dilaksanakan secara rutin. Bahkan, kegiatan ini diharapka bisa diturunkan hingga ke level kecamatan dan kelurahan.
"Jakarta sekarang statusnya kota global. Yuk sama-sama jaga Jakarta yang tahun depan merayakan HUT ke-500 tahun," tegasnya.
Ketua Umum DPP JAS, Mohammad Zakaria menjelaskan, kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan kali ini di Jakarta Pusat bertepatan dengan menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini akan rutin digelar satu bulan sekali bergantian ke tiap kota dan kabupaten di DKI Jakarta.
Dalam kegiatan di Jakarta Pusat juga dilaksanakan santunan bagi 100 anak yatim dan dhuafa. Kemudian, dalam kegiatan tersrbut juga dilakuan pelantikan Pengurus Wilayah (PW) JAS Kota Administrasi Jakarta Pusat periode 2026-20230.
"Kegiatan atau program Jakarta mengaji ini bertujuan memberikan pengetahuan terkait akhlak. Terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," tandasnya.