Jumat, 13 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 166
(Foto: Istimewa)
Perumda Sarana Jaya meluncurkan ‘Ngabuburit di Novotel Jakarta Cikini’, sebuah program yang dirancang sebagai promosi buka puasa yang terinspirasi dari kuliner legendaris kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Peluncuran program tersebut berbarengan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Sarana Jaya tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
"menikmati pengalaman kuliner khas dalam suasana hotel berbintang,"
Direktur Utama Perumda Sarana Jaya, Bernard Yohanes mengatakan, program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghidupkan ruang-ruang publik melalui pemanfaatan aset milik daerah, yang bukan hanya berfungsi secara komersial, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berakar pada nilai budaya lokal.
Menurutnya, Cikini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jakarta sejak lama dengan ragam makanan khas seperti Bubur Cikini, Siomay Kereta, Soto Betawi, Mie Ayam, dan berbagai sajian lainnya.
“Ramadan dipilih sebagai momentum aktivasi karena dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan pengalaman budaya yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam suasana kebersamaan,” ujarnya, Jumat (13/2).
Melalui program ini, Novotel Jakarta Cikini menghadirkan sejumlah menu legendaris Cikini dalam sajian prasmanan all you can eat di Restoran Food Exchange. Paket berbuka puasa tersebut ditawarkan dengan harga Rp388.000 nett per orang.
Bernard menyampaikan, program Ngabuburit di Novotel Jakarta Cikini ini dapat dinikmati masyarakat sejak hari pertama Ramadan 1447 H/2026.
Kehadirannya terbuka untuk khalayak umum dan diharapkan menjadi ruang interaksi antara masyarakat, budaya, dan pemanfaatan aset milik daerah dalam suasana Ramadan yang hangat dan penuh makna.
“Ngabuburit di Novotel Jakarta Cikini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman kuliner khas dalam suasana hotel berbintang,” katanya.
Ia menambahkan, program ini lebih dari sekadar promosi kuliner, tapi juga menjadi bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama Pelestarian Kebudayaan Betawi. Diharapkan, aktivasi budaya melalui sajian kuliner dan ruang publik hotel menjadi contoh konkret kebijakan budaya dapat diintegrasikan dalam pengelolaan aset daerah.
“Ngabuburit Ramadan di Novotel Jakarta Cikini sekaligus implementasi PKS Pelestarian Kebudayaan Betawi ini dapat menjadi model aktivasi kebijakan budaya yang dapat direplikasi di aset dan kawasan lainnya di Jakarta, seiring upaya memperkuat identitas budaya Betawi di ruang-ruang publik ibu kota,” tandasnya.