Kamis, 12 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 303
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan pembukaan Maroedja Sport Park di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Fasilitas publik seluas 2,2 hektare ini merupakan hasil revitalisasi dari lahan yang sebelumnya dikenal dengan nama lapangan Ki Amat.
Pramono menjelaskan, perubahan nama tersebut dilakukan agar terasa lebih ringan dan modern, namun tetap membawa identitas lokal Meruya. Maroedja Sport Park merupakan area ruang terbuka hijau yang berfungsi strategis sebagai pusat aktivitas olahraga dan interaksi sosial bagi masyarakat setempat.
"kita melibatkan masyarakat untuk juga membangun Jakarta,"
"Hari ini saya bersama dengan Wakil Ketua DPRD dan Ketua Komisi DPRD DKI Jakarta hadir untuk meresmikan pencanangan Maroedja Sport Park yang dulunya namanya Stadion Ki Amat," ujar Pramono, Kamis (12/2).
Maroedja Sport Park merupakan salah satu hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan DPRD DKI Jakarta dalam menyediakan ruang publik yang inklusif, berkelanjutan, dan ramah anak.
Menurutnya, Maroedja Sport Park berada di lokasi strategis yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Ruang publik ini memiliki berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, di antaranya lapangan basket, mini soccer, voli, dan jogging track. Selain itu ada juga forest cafe, playground, kolam retensi, dan forest walk.
Pramono menyebut, pembangunan fasilitas di Maroedja Sport Park masih dalam tahap pertama dan akan dilanjutkan di tahap berikutnya. Hingga saat ini, total anggaran revitalisasi Maroedja Sport Park mencapai Rp10,9 miliar.
Sedangkan revitalisasi tahap kedua membutuhkan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk penambahan fasilitas seperti pencahayaan, videotron, dan sarana pendukung agar taman bisa digunakan secara optimal pada malam hari.
"Masih diperlukan kurang lebih Rp12 miliar. Tadi saya sampaikan kepada ibu wali kota maupun kepala dinas olahraga untuk segera dilakukan melengkapi perbaikan untuk tahap kedua. Dibutuhkan kurang lebih Rp12 miliar, saya kasih waktu satu bulan untuk menyiapkan," jelasnya.
Dalam pembangunannya, Pramono juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau kerja sama dengan pihak lainnya.
"Saya mengizinkan tempat ini juga untuk pembangunannya bisa dengan CSR atau partisipasi siapapun. Jadi ini bagian bagaimana kita melibatkan masyarakat untuk juga membangun Jakarta," tandas Pramono.