Perluasan Transjabodetabek Wajib Terintegrasi

Rabu, 11 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 749

Trasnjakarta rute baru

(Foto: Doc)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan mendukung rencana perluasan layanan transportasi Transjabodetabek, khususnya rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang ditargetkan mulai beroperasi sebelum Lebaran.

Menurutnya, perluasan layanan transportasi harus dibarengi dengan integrasi antarmoda guna menekan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya.

"Diperlukan kebijakan terpadu,"

Pantas menilai, kebijakan ini sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam memperkuat konektivitas transportasi lintas wilayah.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan serta kejelasan regulasi sebagai fondasi utama agar kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Ini menjadi bentuk dukungan terhadap keinginan dan harapan Pak Gubernur. Namun yang paling penting adalah konsistensi. Selain itu, harus ada landasan regulasi yang menjadi pedoman bersama, tidak hanya bagi BUMD, tetapi juga BUMN seperti KAI dan lainnya, sehingga solusi yang dihadirkan benar-benar integratif,” ujarnya, Rabu (11/2).

Lebih lanjut, Pantas juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Transportasi Umum bertajuk “Memperkuat Integrasi dan Kesetaraan Moda Transportasi Jakarta Menuju Kota Bangsa yang Humanis, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Global”.

Ia menjelaskan, hasil FGD tersebut menegaskan pentingnya kebijakan terpadu yang mengakomodasi konsep aglomerasi kawasan Jabodetabekpunjur.

Dikatakan Pantas, integrasi lintas wilayah merupakan keniscayaan untuk menjawab persoalan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks.

“Pada waktunya memang diperlukan kebijakan terpadu dalam konteks aglomerasi. Jabodetabekpunjur sudah menjadi sebuah kebutuhan,” jelasnya.

Pantas berharap, apabila kebijakan terpadu tersebut dapat diwujudkan, Jakarta dan kawasan sekitarnya tidak hanya terbebas dari banjir musiman, tetapi juga dari “banjir harian” berupa kemacetan akibat tingginya volume kendaraan bermotor yang masuk ke ibu kota.

“Mudah-mudahan ke depan ada dua banjir yang tidak lagi terjadi, yakni banjir tahunan atau musiman berupa ancaman air, serta banjir harian berupa kendaraan bermotor di jalan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Optimalkan Konektivitas, Pemprov DKI Bakal Buka Rute Baru TransJabodetabek

Pramono Dorong Pembukaan Rute Transjabodetabek Bandara Soetta-Blok M

Selasa, 20 Januari 2026 1040

Penumpang memadati Bus Transjakarta

Legislator Dorong Budaya Saling Menghormati di Sektor Transportasi Publik

Sabtu, 03 Januari 2026 897

Armada bus transjabodetabek

Perluasan Transjabodetabek Langkah Strategis Tingkatkan Penggunaan Transportasi Publik

Senin, 26 Januari 2026 1193

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2882

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1260

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1055

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1200

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks