Jakarta Fokus Kembangkan Urban Farming Tingkatkan Ketahanan Pangan

Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 688

Ketahanan pangan pemprov dki

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar dialog Aksi Bela Negara bertema Meningkatkan Ketahanan Pangan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyongsong lima abad Jakarta sebagai kota global.

"kontribusi dalam penyediaan pangan,"

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Iwan Indriyanto mengatakan, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Sebab itu, Pemprov DKI terus mendorong berbagai program strategis di sektor pangan.

“Pemprov DKI sangat mendukung Jakarta sebagai kota global yang berketahanan pangan melalui berbagai program, salah satunya pengembangan urban farming,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, keterbatasan lahan di Jakarta mendorong pengembangan pertanian perkotaan berbasis ruang atau space based farming. Meski dilakukan di tengah keterbatasan ruang, program ini tetap diarahkan untuk menghasilkan produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura seperti sayuran.

“Selama ini DKI Jakarta masih sangat bergantung pada daerah penyangga. Melalui urban farming, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan pangan, terutama di lingkungan pemukiman,” katanya.

Iwan menambahkan, pengembangan urban farming difokuskan pada skala rumah tangga. Pendekatan ini, menurutnya, terbukti efektif saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat mampu memproduksi sayuran secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Paling tidak, di tingkat pemukiman warga bisa memproduksi sayuran sendiri untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lahan yang tersedia di Jakarta, mulai dari lahan kosong dan lahan terlantar hingga ruang-ruang nonkonvensional seperti atap bangunan (rooftop), RPTRA, sekolah, dan perkantoran.

“Dengan dukungan teknologi serta sarana dan prasarana budi daya, lahan-lahan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Jika dilakukan secara masif, gerakan ini dapat menghasilkan produksi pangan yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Kamis, 22 Januari 2026 463

Urban Farming RPTRA Kalojodo Panen Pakcoy dan Labu Madu

Urban Farming RPTRA Kalijodo Panen Pakcoy dan Labu Madu

Jumat, 09 Januari 2026 331

Urban Farming di Lapas Salemba Panen 60 Kilogram Sayurmayur

60 Kilogram Sayur Dipanen di Urban Farming Lapas Salemba

Kamis, 09 Januari 2025 1352

BERITA POPULER
Sampah genangan kramatjati nur2

25 Ton Sampah Sisa Genangan di Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

Kamis, 26 Maret 2026 1913

Personel Gabungan Bersihkan Sampah Pasca Genangan di Ciracas

Personel Gabungan Kebut Pembersihan Sampah Pascagenangan di Ciracas

Rabu, 25 Maret 2026 1934

IMG 20260112 WA0040

Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 611

IMG 20260330 WA0073

Satpol PP Pesanggrahan Tertibkan Puluhan Spanduk dan Baliho

Senin, 30 Maret 2026 752

P3k dki jakarta

Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

Minggu, 29 Maret 2026 977

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks