Jakarta Fokus Kembangkan Urban Farming Tingkatkan Ketahanan Pangan

Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1485

Ketahanan pangan pemprov dki

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar dialog Aksi Bela Negara bertema Meningkatkan Ketahanan Pangan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyongsong lima abad Jakarta sebagai kota global.

"kontribusi dalam penyediaan pangan,"

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Iwan Indriyanto mengatakan, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Sebab itu, Pemprov DKI terus mendorong berbagai program strategis di sektor pangan.

“Pemprov DKI sangat mendukung Jakarta sebagai kota global yang berketahanan pangan melalui berbagai program, salah satunya pengembangan urban farming,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, keterbatasan lahan di Jakarta mendorong pengembangan pertanian perkotaan berbasis ruang atau space based farming. Meski dilakukan di tengah keterbatasan ruang, program ini tetap diarahkan untuk menghasilkan produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura seperti sayuran.

“Selama ini DKI Jakarta masih sangat bergantung pada daerah penyangga. Melalui urban farming, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan pangan, terutama di lingkungan pemukiman,” katanya.

Iwan menambahkan, pengembangan urban farming difokuskan pada skala rumah tangga. Pendekatan ini, menurutnya, terbukti efektif saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat mampu memproduksi sayuran secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Paling tidak, di tingkat pemukiman warga bisa memproduksi sayuran sendiri untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lahan yang tersedia di Jakarta, mulai dari lahan kosong dan lahan terlantar hingga ruang-ruang nonkonvensional seperti atap bangunan (rooftop), RPTRA, sekolah, dan perkantoran.

“Dengan dukungan teknologi serta sarana dan prasarana budi daya, lahan-lahan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Jika dilakukan secara masif, gerakan ini dapat menghasilkan produksi pangan yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Kamis, 22 Januari 2026 903

Urban Farming RPTRA Kalojodo Panen Pakcoy dan Labu Madu

Urban Farming RPTRA Kalijodo Panen Pakcoy dan Labu Madu

Jumat, 09 Januari 2026 761

Urban Farming di Lapas Salemba Panen 60 Kilogram Sayurmayur

60 Kilogram Sayur Dipanen di Urban Farming Lapas Salemba

Kamis, 09 Januari 2025 1763

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5236

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1752

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1572

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1387

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1844

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks