Jakarta Fokus Kembangkan Urban Farming Tingkatkan Ketahanan Pangan

Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1300

Ketahanan pangan pemprov dki

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar dialog Aksi Bela Negara bertema Meningkatkan Ketahanan Pangan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyongsong lima abad Jakarta sebagai kota global.

"kontribusi dalam penyediaan pangan,"

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Iwan Indriyanto mengatakan, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Sebab itu, Pemprov DKI terus mendorong berbagai program strategis di sektor pangan.

“Pemprov DKI sangat mendukung Jakarta sebagai kota global yang berketahanan pangan melalui berbagai program, salah satunya pengembangan urban farming,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, keterbatasan lahan di Jakarta mendorong pengembangan pertanian perkotaan berbasis ruang atau space based farming. Meski dilakukan di tengah keterbatasan ruang, program ini tetap diarahkan untuk menghasilkan produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura seperti sayuran.

“Selama ini DKI Jakarta masih sangat bergantung pada daerah penyangga. Melalui urban farming, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan pangan, terutama di lingkungan pemukiman,” katanya.

Iwan menambahkan, pengembangan urban farming difokuskan pada skala rumah tangga. Pendekatan ini, menurutnya, terbukti efektif saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat mampu memproduksi sayuran secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Paling tidak, di tingkat pemukiman warga bisa memproduksi sayuran sendiri untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lahan yang tersedia di Jakarta, mulai dari lahan kosong dan lahan terlantar hingga ruang-ruang nonkonvensional seperti atap bangunan (rooftop), RPTRA, sekolah, dan perkantoran.

“Dengan dukungan teknologi serta sarana dan prasarana budi daya, lahan-lahan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Jika dilakukan secara masif, gerakan ini dapat menghasilkan produksi pangan yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Kamis, 22 Januari 2026 775

Urban Farming RPTRA Kalojodo Panen Pakcoy dan Labu Madu

Urban Farming RPTRA Kalijodo Panen Pakcoy dan Labu Madu

Jumat, 09 Januari 2026 630

Urban Farming di Lapas Salemba Panen 60 Kilogram Sayurmayur

60 Kilogram Sayur Dipanen di Urban Farming Lapas Salemba

Kamis, 09 Januari 2025 1650

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7664

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 2927

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 2322

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1807

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 2127

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks