Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 245
(Foto: Anita Karyati)
Ratusan pelajar Sekolah Kristen IPEKA Sunter II, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Informasi mengenai kondisi kesehatan"
Pelaksanaan program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan serta menumbuhkan kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, mengapresiasi pelaksanaan program CKG yang berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan.
Menurutnya, CKG bertujuan untuk melakukan deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
"Program ini bukan untuk memberikan vonis atau hukuman kepada anak-anak, melainkan untuk memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan dan kebugaran mereka," ujarnya, Selasa (10/2).
Abdul Mu’ti menjelaskan, sejak diluncurkan pada tahun lalu, program CKG telah diikuti oleh lebih dari 70 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Khusus untuk pelajar, tercatat lebih dari 25 juta siswa dari lebih dari 202 ribu sekolah telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis dan merasakan manfaatnya.
Hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan kepada masing-masing siswa sebagai dasar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Sementara itu, bagi siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan akan diberikan rujukan ke puskesmas terdekat.
"Semoga program ini dapat menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat sejak dini, sehingga anak-anak memiliki fisik yang kuat, semangat belajar yang tinggi, dan mampu berprestasi," terangnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan menyampaikan, CKG merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat secara preventif.
"CKG bukan hanya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sarana edukasi mengenai pola makan, pemenuhan gizi, serta komunikasi kesehatan dengan anak-anak," ucapnya.
Ia menekankan pentingnya pengendalian konsumsi gula dan garam sebagai upaya pencegahan penyakit sejak dini. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui peningkatan kesadaran pemeriksaan kesehatan serta program imunisasi HPV bagi anak perempuan usia remaja.
"Kita ingin membangun kesadaran publik bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan," ungkapnya.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari peringatan satu tahun pelaksanaan program CKG yang dicanangkan pada 10 Februari 2025.
Untuk wilayah Jakarta Utara, target pelaksanaan CKG mencapai 46 persen dari total jumlah penduduk. Program ini difokuskan pada upaya pencegahan penyakit sekaligus menekan beban biaya kesehatan nasional yang terus meningkat.
"Kegiatan ini telah berlangsung secara rutin. Di sekolah ini, hampir 300 pelajar mengikuti pemeriksaan. Seluruh layanan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit umum daerah setempat dengan menggunakan peralatan yang berkualitas," bebernya.
Ia mengajak masyarakat Jakarta Utara untuk memanfaatkan layanan CKG yang telah dijadwalkan di puskesmas maupun titik layanan kesehatan lainnya.
"Melalui penerapan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kami berharap masyarakat semakin percaya dan memanfaatkan layanan kesehatan di dalam negeri," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang siswa SMAK IPEKA Sunter, Nathan Immanuel Winoton mengaku telah dua kali mengikuti program CKG dan merasakan manfaat positifnya.
Ia mengimbau para pelajar lainnya untuk memanfaatkan program tersebut karena pemeriksaan kesehatan sejak dini sangat penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
"Pada pemeriksaan pertama, saya mendapat masukan dari dokter terkait kondisi mata dan disarankan melakukan pemeriksaan lanjutan. Ternyata minus mata saya bertambah. Setelah ditangani, saya menjadi lebih nyaman saat belajar. Ayo ikut cek kesehatan," tandasnya.