Rabu, 28 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 121
(Foto: Istimewa)
Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta bersama Komite Pedagang Pasar (KPP) menggelar Konsolidasi Seluruh Kepengurusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Komite Pedagang Pasar se-Jakarta, Rabu (28/1).
"berharap seluruh pengurus UPZ memiliki pemahaman yang sama,"
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) ini diikuti pengurus UPZ Komite Pedagang Pasar dari berbagai wilayah di Jakarta. Konsolidasi ini bertujuan memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan pasar rakyat.
Wakil Ketua I Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Nur Alam Bakhtir mengatakan, UPZ Komite Pedagang Pasar memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penghimpunan ZIS di lingkungan pasar.
Menurutnya, pasar rakyat menyimpan potensi zakat yang besar dan perlu dikelola secara terstruktur, profesional, serta sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.
“Melalui konsolidasi dan bimtek ini, kami berharap seluruh pengurus UPZ memiliki pemahaman yang sama dalam tata kelola zakat, mulai dari penghimpunan, pencatatan, hingga pelaporan, sehingga kepercayaan para muzaki dapat terus terjaga,” ujarnya di Aula Graha Mental Spiritual Lantai 8, Kantor Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ia menyampaikan, UPZ tidak hanya berperan sebagai unit penghimpun dana, tetapi juga sebagai sarana edukasi zakat serta penguatan kepedulian sosial di kalangan pedagang pasar.
Selain konsolidasi, kegiatan bimtek difokuskan pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme pengurus UPZ Komite Pedagang Pasar se-Jakarta.
Materi bimtek meliputi pemahaman regulasi zakat, standar operasional penghimpunan, sistem pencatatan dan pelaporan, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai standar Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta.
“Melalui Bimtek ini, para pengurus UPZ dibekali pengetahuan teknis dan praktis agar mampu menjalankan tugas penghimpunan ZIS secara tertib administrasi, berintegritas, dan tepat sasaran, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada para muzaki di lingkungan pasar rakyat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Pedagang Pasar, Abdul Rosyid Arsyad menuturkan, kegiatan konsolidasi dan Bimtek UPZ merupakan momentum penting bagi para pedagang pasar untuk memperkuat peran sosial dan kepedulian terhadap sesama melalui pengelolaan ZIS yang terarah dan profesional.
Ia menegaskan, para pedagang pasar siap bersinergi dengan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kesadaran berzakat di lingkungan pasar serta menjalankan amanah penghimpunan ZIS secara transparan dan akuntabel.
“Komite Pedagang Pasar berkomitmen mendukung penuh penguatan UPZ agar manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta menargetkan penghimpunan ZIS sebesar Rp450 miliar, dengan kontribusi UPZ seluruh wilayah sebesar Rp91,95 miliar pada tahun 2026.
Secara khusus, UPZ Komite Pedagang Pasar DKI Jakarta ditargetkan mampu menghimpun ZIS sebesar Rp22,8 miliar yang berasal dari 114 pasar di bawah naungan Komite Pedagang Pasar.
Melalui konsolidasi dan bimtek ini, seluruh UPZ Komite Pedagang Pasar se-Jakarta diharapkan dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara optimal serta berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi dan kesejahteraan umat di Provinsi DKI Jakarta.