Selasa, 27 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 386
(Foto: Andri Widiyanto)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan tanggapannya terkait keberadaan jalan rusak akibat genangan dan curah hujan tinggi yang belakangan terjadi di ibu kota.
"kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas,"
Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga menyatakan kesiapannya melakukan perbaikan jalan. Namun hal tersebut masih terkendala faktor cuaca.
“Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang. Tetapi karena sampai dengan tanggal 1 Februari 2026, curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan perbaikan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali," jelas Pramono, di Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1).
Dikatakan Pramono, upaya penambalan jalan yang dilakukan saat curah hujan masih tinggi cenderung tidak efektif. Ia mencontohkan penambalan yang dilakukan di Jalan Gatot Subroto baru-baru ini, di mana aspal yang baru ditambal kembali terkelupas setelah diguyur hujan lebat.
"Dan itu terjadi kemarin yang ada di Jalan Gatot Subroto. Karena saya memerintahkan secara langsung. Ternyata begitu hujan, curah hujan tinggi, (kembali rusak)," ujarnya.
Karena itu, selain dilakukan saat cuaca yang baik, Pramono juga meminta Dinas Bina Marga agar tidak hanya melakukan penambalan sementara, namun juga pengaspalan ulang agar jalan memiliki daya tahan yang lebih baik. Proses pengaspalan ulang ini disebutnya membutuhkan waktu.
Di sisi lain, ia juga memastikan Pemprov DKI telah menyiapkan alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan aspal.
"Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu. Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga begitu curah hujannya berkurang untuk dilakukan perbaikan. Karena budget-nya enggak jadi masalah untuk Jakarta," tandas Pramono.