Rabu, 14 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 162
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 21 personel Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara dikerahkan untuk menjalankan misi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Rombongan dipimpin langsung Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal.
"Obat-obatan dan tenaga medis"
Meski harus menempuh perjalanan panjang dengan medan yang sulit, semangat kemanusiaan para relawan tetap terjaga demi membantu masyarakat yang membutuhkan.
Rijal mengatakan, kehadiran PMI Jakarta Utara di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan panggilan nurani yang tidak dapat ditawar.
"Kami datang bukan hanya membawa obat-obatan dan tenaga medis, tetapi juga membawa kepedulian serta harapan. Dalam kondisi sulit, PMI harus tetap hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Rabu (14/1).
Rijal menjelaskan, tim kemanusiaan PMI Jakarta Utara terdiri dari satu dokter, dua perawat, satu apoteker, 14 relawan, serta tiga pengurus PMI.
"Selama 21 hari masa penugasan, tim akan memfokuskan kegiatan pada pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta trauma healing, khususnya bagi anak-anak korban bencana," terangnya.
Menurutnya, medan menuju desa-desa terdampak di Gayo Lues tergolong ekstrem. Akses jalan sempit dan terjal, serta hanya dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda (4x4). Bahkan, saat hujan turun, jalur tersebut berpotensi terputus.
"Kondisi itu tidak menyurutkan semangat relawan kami. Justru semakin menguatkan tekad untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan," ungkapnya.
Ia menambahkan, tim kemanusiaan berangkat dari Jakarta pada 10 Januari 2026 dengan menggunakan lima armada kendaraan. Empat kendaraan diberangkatkan melalui pesawat Hercules, sementara satu kendaraan lainnya menempuh jalur darat.
"Alhamdulillah, cuaca cerah sangat membantu perjalanan. Kami tiba dengan selamat di ibu kota Kabupaten Gayo Lues pada 11 Januari 2026 pukul 20.10," ucapnya.
Setibanya di lokasi, lanjut Rijal, tim PMI Jakarta Utara langsung melakukan pemetaan desa terdampak, menyiapkan kebutuhan bahan bakar, serta memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi siap digunakan.
"Langkah ini dilakukan agar pelayanan kepada warga dapat berjalan secara optimal," imbuhnya.
Selanjutnya, tim bergerak menuju Kecamatan Pining, tepatnya ke Desa Pepela, Desa Pintu Rime, dan Desa Enka. Seluruh desa tersebut hanya dapat dijangkau dengan kendaraan berpenggerak empat roda. Tanpa menunda waktu, tim langsung membuka layanan kesehatan bagi para pengungsi.
"Warga menyambut kami dengan sangat hangat. Banyak yang mengeluhkan kelelahan, penyakit kulit, hingga trauma pascabencana," jelasnya.
Ia menuturkan, selain memberikan layanan medis, tim kemanusiaan PMI Jakarta Utara juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak. Sebab, masih banyak anak yang mengalami ketakutan dan trauma akibat bencana yang mereka alami.
"Kami melakukan pendekatan melalui permainan dan pendampingan psikososial agar anak-anak dapat kembali tersenyum dan merasa aman," tambahnya.
Rijal berharap, kehadiran PMI Jakarta Utara dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit kembali.
"Kami berkomitmen menjalankan operasi kemanusiaan ini secara maksimal selama 21 hari. Fokus kami adalah pelayanan kesehatan, pemulihan psikologis, serta memastikan warga tidak merasa sendirian dalam menghadapi bencana ini," tandasnya.