Selasa, 26 Agustus 2025 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 675
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengecam aksi anarkis penyerangan dan tindakan kriminal terhadap Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik serta perusakan kendaraan dinas operasional (KDO) yang terjadi pada Senin (25/8) malam.
Anwar menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan penuh kepada Muhammad Sidik dengan juga memastikan pendampingan medis dan psikologis.
"Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Aparat kelurahan adalah pelayan masyarakat yang menjalankan tugasnya untuk warga," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (26/8).
Anwar menjelaskan, kejadian bermula ketika mobil KDO Kelurahan Manggarai Selatan dengan nomor polisi B 1590 TQN yang digunakan Muhammad Sidik dalam perjalanan pulang melintas di Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat. Sekitar pukul 18.30 WIB dilakukan perusakan kendaraan dan penyerangan oleh massa.
Akibat aksi anarkis ini, menurut Anwar, Muhammad Sidik dan sopirnya, Asep Yudiana mengalami luka di bagian wajah dan tangan. Selain itu, dua telepon genggam dan satu dompet hilang. Sementara, mobil KDO yang digunakan mengalami kerusakan berat.
Anwar menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan akan terus berkoordinasi dengan jajaran Polri dan TNI untuk menjamin keamanan aparat pemerintah, khususnya yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
Anwar juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi atau berunjuk rasa.
"Perlindungan terhadap aparat di lapangan menjadi prioritas kami. Koordinasi dengan pihak keamanan agar peristiwa serupa tidak terulang akan diperkuat. Kami mengapresiasi Lurah Manggarai Selatan yang tidak terprovokasi saat kejadian," bebernya.
Sementara itu, Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik menuturkan, dalam kejadian tersebut dirinya sudah mengaku bukan anggota DPR, namun dari kelurahan. Tapi, massa tidak menggubris dan tetap merangsek mengelilingi mobil hingga akhirnya dilakukan perusakan kendaraan, tindak kekerasan fisik, dan perampasan harta benda.
"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan visum dan selanjutnya akan membuat laporan polisi," tandasnya