Ketua DPRD Harap Pembahasan APBD Perubahan Dipercepat

Senin, 07 Juli 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 983

Ketua DPRD DKI Harap Pembahasan APBD Perubahan Dipercepat

(Foto: Istimewa)

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin memantau langsung jalannya rapat kerja seluruh komisi dalam rangka konsultasi pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025, Senin (7/7).

"Pembahasan APBD Perubahan ini dipercepat,"

Ia berkeliling ke seluruh komisi untuk memastikan proses pembahasan berjalan efektif, sekaligus menyampaikan sejumlah penekanan penting kepada para anggota dewan dan jajaran eksekutif.

“Saya keliling semua komisi untuk memastikan rapat berjalan dengan baik, sekaligus menyampaikan pesan agar pembahasan APBD Perubahan ini dipercepat. Kita sengaja mulai di awal Juli agar Gubernur punya cukup waktu untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya,” ujar Khoirudin.

Menurutnya, percepatan pembahasan ini sangat penting agar hasilnya bisa segera dirasakan langsung masyarakat.

“Kalau pembahasan ditunda atau berjalan lambat, dampaknya akan terasa ke eksekutif dan pada akhirnya ke pelayanan publik. Kita ingin anggaran ini benar-benar membawa manfaat bagi warga Jakarta,” tegasnya.

Khoirudin memastikan, dalam APBD Perubahan 2025, sejumlah program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar warga mengalami peningkatan alokasi anggaran.

“KJP Plus dan KJMU naik, begitu juga anggaran untuk kesehatan dan pendidikan. Termasuk sektor transportasi, baik untuk mobilitas warga ke luar masuk Jakarta maupun dalam kota. Semua ini bagian dari komitmen kita untuk melayani warga Jakarta dengan lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta seluruh jajaran eksekutif dari kepala dinas hingga lurah dan kepala puskesmas untuk menyusun indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) dari setiap program yang dibiayai anggaran.

“Kita minta setiap rupiah yang dianggarkan punya target yang jelas dan terukur. Dewan akan mengawasi berdasarkan capaian KPI tersebut,” katanya.

Khoirudin menekankan pentingnya evaluasi berbasis kinerja terhadap para aparatur pemerintahan.

“Kalau capaian KPI hanya 50 persen, itu artinya belum layak menjabat. Kalau 70 persen, beri kesempatan untuk perbaikan. Tapi kalau 80 sampai 90 persen, itu patut diapresiasi bahkan dipromosikan. Kita ingin kinerja yang bisa diukur secara objektif,” tandasnya.

Ia menilai, pengawasan DPRD akan semakin efektif jika kinerja eksekutif bisa dipantau secara jelas dan transparan.

“Dengan begitu, Dewan memiliki alat ukur konkret untuk memastikan anggaran benar-benar dimanfaatkan secara optimal hingga ke level paling bawah,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pembahasan KUA-PPAS Harus Jawab Kebutuhan Dasar Warga Jakarta

Pembahasan KUA-PPAS Harus Jawab Kebutuhan Dasar Warga Jakarta

Jumat, 04 Juli 2025 1018

Banggar Bersama Eksekutif Bahas Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025

Banggar Bersama Eksekutif Bahas Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025

Jumat, 04 Juli 2025 1242

Komisi B dan BUMD Bahas PSO Sektor Transportasi Publik

Komisi B dan BUMD Bahas PSO Transportasi Publik

Selasa, 01 Juli 2025 1811

Komisi C Dorong Penguatan Pengelolaan Aset dan Kinerja BUMD

Komisi C Dorong Penguatan Pengelolaan Aset dan Kinerja BUMD

Jumat, 20 Juni 2025 1157

BERITA POPULER
Lrt manggarai gading rezap

LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus

Senin, 24 Agustus 2026 2332

Gubernur pramono rs toto tentrem tebet rezap

Resmikan RS Toto Tentrem, Pramono Dorong Kerja Sama dengan RSUD Tarakan

Senin, 24 Agustus 2026 1463

Lrt kelapa gading rezap

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan 26 Agustus

Sabtu, 22 Agustus 2026 1352

Wagub rano karno Bioskop Mini Jaksinema jati2

Asyik, Sekarang Ada Bioskop Mini di Rusun Pasar Rumput

Senin, 24 Agustus 2026 1064

LRT kelapagading manggarai rezap2

Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

Rabu, 26 Agustus 2026 586

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks