Alokasi Kuota Penerima Bansos PKD Tahun 2025 Meningkat

Selasa, 25 Maret 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 2084

DKI Jakarta Alokasikan Bansos PKD untuk 219.252 Penerima Manfaat di Tahun 2025

(Foto: Andri Widiyanto)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) bagi 219.252 penerima manfaat pada tahun 2025.

"Agar kuota penerima tetap optimal dan tepat sasaran,"

Bantuan ini ditujukan untuk lansia, penyandang disabilitas dan anak usia dini melalui tiga program utama, yaitu Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari menjelaskan, bantuan sosial tahun ini mengalami peningkatan kuota penerima. Berdasarkan data yang diperoleh, pada Desember 2024, jumlah penerima KLJ tercatat sebanyak 135.140 orang dan pada 2025 meningkat menjadi 171.010 penerima atau naik sebesar 26,55 persen.

Sementara, penerima KPDJ bertambah dari 17.342 menjadi 20.890 penerima atau meningkat 20,46 persen.

Sedangkan untuk KAJ, jumlah penerima naik dari 20.272 menjadi 27.352 orang atau meningkat sebesar 34,92 persen.

Premi menyampaikan, agar bantuan tersalurkan secara optimal, Dinas Sosial menerapkan mekanisme take out dan take in, yaitu proses pembaruan data penerima manfaat secara berkala. Ia menilai, skema ini memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan kondisi terkini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas penetapan Keputusan Gubernur terkait penerima bansos. Ke depan, proses ini akan terus dilakukan agar kuota penerima tetap optimal dan tepat sasaran,” ujar Premi, Selasa (25/3).

Premi menyampaikan, seleksi penerima manfaat dilakukan secara ketat berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia menjelaskan, pada tahap 1 tahun 2025, penerima manfaat merupakan penerima eksisting tahap 4 tahun 2024 yang lolos verifikasi.

Seleksi ini mempertimbangkan beberapa indikator, seperti pemadanan data kependudukan dari Dukcapil, kepemilikan aset dari Bapenda (mobil atau NJOP di atas Rp1 miliar), status di panti sosial, serta penerima bansos dari APBN seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Verifikasi dan validasi ini dilakukan secara rutin agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Dinas Sosial juga memiliki Pendamping Sosial (Pendamsos) di setiap kelurahan yang bertugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” kata Premi.

Ia menjelaskan, warga dapat mengecek status bantuan sosial mereka melalui situs web siladu.jakarta.go.id atau langsung mendatangi kantor kelurahan untuk bertemu Pendamsos. Selain itu, masyarakat juga bisa datang ke kantor Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) jika membutuhkan informasi lebih lanjut. Premi menambahkan, layanan ini memungkinkan lebih banyak warga untuk mengakses bantuan sosial.

“Warga bisa menyampaikan jika merasa berhak tetapi belum menerima bansos. Kami turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Dengan berbagai langkah ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya memastikan bahwa bansos tepat sasaran dan semakin banyak warga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan manfaatnya,” ucapnya.

Sebelumnya, telah dilakukan penyerahan bantuan sosial PKD secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (25/3).

"Pemberian bansos PKD ini merupakan komitmen dan janji kami kepada masyarakat Provinsi DKI Jakarta, tanpa terkecuali. Harapannya bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi tapi juga meningkatkan kualitas hidup bagi para penerima manfaatnya," ungkap Rano Karno.

Adapun pencairan bantuan sosial (bansos) KLJ, KAJ dan KPDJ sebesar Rp300 ribu per bulan pada setiap penerima manfaat diberikan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari dan Maret. Pencairan pada tahap pertama tahun 2025 dilakukan pada Maret ini.

“Pada tahap pertama, bantuan diberikan selama tiga bulan dulu, yaitu Januari, Februari dan Maret. Karena biasanya kas daerah baru masuk di bulan-bulan ini. Insya Allah, dimulai bulan April, seluruh penerima bantuan akan diserahkan setiap bulan. Agar para penerima bantuan tidak lagi berhubungan dengan bank keliling,” ucap Rano Karno.

BERITA TERKAIT
DKI Cairkan Bansos PKD bagi 147.304 Penerima Manfaat

DKI Cairkan Bansos PKD bagi 147.304 Penerima Manfaat

Selasa, 25 Maret 2025 1596

 Alumni UII Yogyakarta Serahkan Bantuan Sembako ke Gubernur Pramono untuk Korban Banjir Jakarta

IKA UII Yogyakarta Salurkan Bantuan Bagi Penyintas Banjir Jakarta

Senin, 10 Maret 2025 1144

Warga Jaksel Senang KLJ Tahap 4 Miliknya Cair

Lansia di Jaksel Bahagia KLJ Sudah Cair

Selasa, 17 Desember 2024 3109

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 785

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1053

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 906

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 892

IMG 20260803 WA0088

Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

Senin, 03 Agustus 2026 861

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks