45 Perwakilan Sekolah di Kepulauan Seribu Kunjungi TPST Bantar Gebang

Selasa, 30 Juli 2024 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 1663

45 Peserta Ikuti Kunjungan Edukasi ke TPST Bantar Gebang

(Foto: Anita Karyati)

Berkontribusi mengurangi volume sampah

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu mengadakan kunjungan (Study Tour) ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, dalam rangka sosialisasi program Sekolah Adiwiyata. Kunjungan ini diikuti 45 peserta perwakilan dari sekolah di Kepulauan Seribu.

Kepala Seksi Teknis Peran serta Masyarakat dan Penataan Hukum Sudin LH Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun dengan tujuan mendorong masyarakat melakukan pengurangan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Melalui kegiatan ini peserta dapat melihat langsung dan gambaran kondisi di TPST Bantar Gebang yang harus mengelola sampah warga Jakarta sekitar 7.500 ton per hari," ujarnya, Selasa (30/7).

Riza menjelaskan, dalam kunjungan tersebut peserta diberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah di TPST Bantar Gebang mulai dari zona pembuangan dari geomembran, area komposting hingga ke pengolahan sampah Landfill Mining dan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant oleh Tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas LH.

"Mudah-mudahan dengan kunjungan ini mereka akan semakin peduli terhadap lingkungan dan dapat berkontribusi mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPST Bantar Gebang," terangnya.

Menurutnya, selain kunjungan TPST Bantar Gebang, puluhan perwakilan sekolah ini juga diajak mengunjungi SDN Kelapa Dua Wetan 01 dan 02, Jakarta Timur yang pernah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional.

"Kami ingin memberikan motivasi kepada peserta yang rata-rata merupakan guru di Kepulauan Seribu agar di sekolah mereka dapat meraih penghargaan serupa," ungkapnya.

Ia menambahkan, para peserta kunjungan juga mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) terkait program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) dan sosialisasi Sekolah Adiwiyata.

"Edukasi ini penting, semoga mereka dapat melanjutkan sosialisasi dan mengedukasi warga di lingkungannya agar lebih peduli dan bergerak bersama-sama mereduksi sampah," harapnya.

Sementara itu, salah seorang guru SMPN 285 Pulau Untung Jawa, Wahyudi merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Sudin LH Kepulauan Seribu yang sudah memfasilitasi kunjungan edukatif tersebut.

"Saya mendapatkan wawasan dan ilmu baru lagi yang bisa kita terapkan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Mari kita bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 50 Warga Angke Diedukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Edukasi Pemilahan Sampah Terus Digalakkan di Jakarta Barat

Senin, 29 Juli 2024 2035

Personel Gabungan Bersihkan 83 Meter Kubik Sampah di Marunda Kepu

Personel Gabungan Bersihkan 83 Meter Kubik Sampah di Marunda Kepu

Kamis, 02 Mei 2024 3573

Pemkot Jakut-Rumah Sosial Kutub Luncurkan Sekolah Tersenyum

Pemkot Jakut-Rumah Sosial Kutub Luncurkan Program Sekolah Tersenyum

Selasa, 28 Mei 2024 2178

 SMPN 183 Siap Ikuti Penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi

SMPN 183 Siap Ikuti Penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi

Jumat, 28 Juni 2024 1429

BERITA POPULER
Metrologi DKI Tera Perangkat SPKLU gery ist2

Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

Jumat, 09 Oktober 2026 10595

Evakuasi Korban Hanyut di Ciliwung ist

Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

Kamis, 08 Oktober 2026 6661

Tap jaklingko jati

MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 3209

Jalan Tembus Kelapa Gading Pulogadung Upaya Urai Kepadatan Lalu Lintas di Perintis Kemerdekaan

Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

Jumat, 09 Oktober 2026 1376

Klinik ilegal ditutup jakpus folmer

Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

Selasa, 06 Oktober 2026 1614

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks