Sejumlah Wilayah Diminta Antisipasi Potensi Pergerakan Tanah saat Curah Hujan di Atas Normal

Senin, 22 Juli 2024 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1797

Sejumlah Wilayah Diminta Antisipasi Potensi Pergerakan Tanah Saat Curah Hujan di Atas Normal

(Foto: Andri Widiyanto)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta para lurah, camat dan masyarakat untuk mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

"Seiring dengan peningkatan curah hujan maka berpotensi terjadi tanah longsor,"

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Aji meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

“Seiring dengan peningkatan curah hujan maka berpotensi terjadi tanah longsor. Petugas TRC BPBD setiap kelurahan bersama lurah dan camat memonitor. Apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait,” ujar Isnawa, Senin (22/7).

Isnawa mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor. Antisipasi lainnya yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser.

“Bisa swadaya atau kolektif dilakukan oleh masyarakat untuk meninimalisasi dampak yang lebih serius kalau memang terjadi hujan lebat. Lokasi yang sudah kita petakan kita koordinasikan dengan Dinas SDA bagaimana pelaksanaan teknis di lapangan. Penanganan bencana harus secara komprehensif,” urai Isnawa.

Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah potensi terjadinya tanah longsor, yaitu:

1. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.

2. Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo.

Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

BERITA TERKAIT
BPBD Gelar Peningkatan Kapasitas dalam Penanggulangan Bencana di Bintaro

BPBD Gelar Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana di Bintaro

Selasa, 16 Juli 2024 1594

Berpotensi Terjadi Rob, Warga Pesisir Jakarta Diimbau Waspada Beberapa Hari ke Depan

BPBD Minta Warga Pesisir Jakarta Waspada Rob

Selasa, 16 Juli 2024 1723

Personel TRC Andalan BPBD Ikut Pelatihan Boat Skill Share di Belanda

Personel Tim Reaksi Cepat BPBD Ikut Pelatihan Boat Skill Share di Belanda

Jumat, 12 Juli 2024 3604

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7131

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4820

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2032

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2499

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1089

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks