Pengelola Gedung di Jakpus Disosialisasikan Aturan Pemanfaatan PLTD

Selasa, 25 Juni 2024 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 621

Pengelola Gedung di Jakpus Disosialisasikan Aturan Pemanfaatan PLTD

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Pusat, Selasa (25/6), mensosialisasikan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri (UPTLS) bagi pemilik dan pengelola gedung.

Untuk bisa mengurus perizinan nanti harus memiliki NIB dan SLO.

Plt Kepala Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Pusat, Noviar Dinariyanti mengatakan, kegiatan mengundang 164 perwakilan pemilik atau pengelola gedung milik pemerintah dan swasta.

"Kami lakukan sosialisasi terkait ketenagalistrikan. Khususnya bagi pemilik pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD," katanya.

Dijelaskan Novi, penggunaan pembangkit listrik ini diatur dalam Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Lalu regulasi turunannya diatue melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 11 tahun 2021 tentang pembangkit listrik untuk kepentingan sendiri.

Kepala Seksi Energi Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Pusat, Bambang Prayitno menjelaskan, aturan tersebut mewajiban pemilik dan pengelola gedung yang memiliki PLTD di atas 500 kilo volt ampere (Kva) untuk mengurus perizinan yang dinamai IUPTLS. Sedangkan bagi yang di bawah 500 Kva cukup melakukan pelaporan ke Dinas Nakertransgi DKI Jakarta.

Pengurusan perizinan bagi pemilik atau pengelola gedung swasta bisa dilakukan melalui aplikasi perizinan online single submission (OSS). Sedangkan bagi gedung pemerintah cukup melalui PTSP di tingkat kota.

Diharapkannya, edukasi melalui sosialisasi ini memberikan pemahaman tentang regulasi pemanfaatan PLTD. Selain itu, pemilik dan pengelola gedung akan semakin awas dengan kerawanan penggunaan PLTD yang tidak sesuai aturan.

"Untuk bisa mengurus perizinan nanti harus memiliki NIB dan SLO. Sehingga jelas siapa yang bertanggung jawab dan pengoperasionalannya dipastikan sesuai standar," tegasnya.

Agar dapat memiliki SLO, akan dilakukan proses pengecekan kelayakan, kondisi, kesesuaian pemanfaatan genset dan uji beban selama 3 x 24 jam. 

Persyaratan SLO  itu juga termasuk bagi pemilik atau pengelola gedung yang memanfaatkan PLTD di bawah 500 Kva.

"Selama ini memang minim kejadian akibat penggunaan PLTD. Tapi kalau terjadi bencana dampaknya akan fatal," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gangguan Listrik di Pulau Sebira Telah Teratasi

Kerusakan Mesin PLTD di Pulau Sebira Teratasi

Jumat, 20 Januari 2017 6345

Kehadiran PLTS di Pulau Sebira Diapresiasi Warga

Kehadiran PLTS di Pulau Sebira Diapresiasi Warga

Kamis, 26 November 2020 1876

SDPE Pasok 16 Ribu Liter Solar ke Pulau Sebira

16 Ribu Liter Solar Dipasok ke Pulau Sebira

Senin, 15 Mei 2017 2369

BERITA POPULER
Transjakarta Pastikan Seluruh Layanan Kembali Normal

Transjakarta Pastikan Seluruh Layanan Kembali Normal

Minggu, 25 Januari 2026 2446

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 936

Cuaca berawan menaungi wilayah Jakarta hari ini

Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

Senin, 26 Januari 2026 871

Antisipasi Cuaca Ekstrem Esok Hari, Pemprov DKI Siapkan OMC

Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

Senin, 26 Januari 2026 714

Transjakarta Perluas Rute Harapan Indah-Pulo Gadung

Waspada Hujan Merata Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini

Rabu, 21 Januari 2026 1289

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks