DKI Antisipasi Turunnya Kualitas Udara Jelang Kemarau

Selasa, 07 Mei 2024 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 6278

DKI Bersinergi Antisipasi Menurunnya Kualitas Udara Menjelang Musim Kemarau

(Foto: doc)

Jakarta akan memasuki musim kemarau pada Mei dan diprediksi mencapai puncaknya pada Juni 2024. Hal ini disampaikan Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert Nahas.

Ini agar pemerintah siap untuk mengantipasi situasi

Albert mengatakan, dampak fenomena iklim global juga memiliki pengaruh terhadap PM2.5 yang merupakan salah satu partikel polutan.

“Fenomena iklim global bisa mempengaruhi iklim di Indonesia yang juga berakibat ke kondisi PM2.5. D antaranya El Nino, La Nina dan Dipole Mode Positif/Negatif,” ungkapnya, Selasa (7/5).

Ia menyampaikan, La Nina mempengaruhi konsentrasi PM2.5 di Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi Timur dan Barat berdasarkan respon PM2.5 terhadap La Nina. Salah satu dampaknya, konsentrasi PM2.5 cenderung tinggi pada malam hingga pagi hari dan rendah pada siang hari.

“Bagaimanapun kondisi iklim global yang terjadi dan kualitas udara akan bergantung terhadap sumber emisi di wilayah tersebut,” ucapnya.

Project Manager untuk Clean Air Catalyst dari World Resources Institute (WRI) Indonesia, Satya Budi Utama menjelaskan, keterlibatan pemangku kepentingan ini merupakan salah satu langkah tepat untuk di level pengambil kebijakan.

“Pemprov DKI belajar dari kejadian tahun lalu. Ini agar pemerintah siap untuk mengantipasi situasi di mana ada pengaruh panjang polusi udara karena panjangnya musim kemarau,” ucap Tomi.

Satya menyampaikan, inisiatif ini bisa mempersiapkan pemangku kepentingan untuk mengupayakan mitigasi dan antisipasi penurunan kualitas udara.

Pemerintah dinilai harus bersinergi dengan berbagai pihak dalam merespons perubahan iklim. Salah satunya bersinergi mengantisipasi polusi dari emisi sektor transportasi.

“Sebenarnya yang kami lakukan sekarang mengupayakan antisipasi pengurangan polusi meskipun sektornya ada transportasi. Ini bukan hanya dikerjakan satu pihak,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus mengkaji pengembangan kawasan rendah emisi serta mendorong perubahan atau transisi dari penggunaan kendaraan pribadi ke dalam sistem transportasi umum di Jakarta.

“Ini merujuk pada perilaku di mana individu secara bertahap meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi mereka dan beralih ke transportasi umum,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
 41 Kendaraan di Pulau Untung Jawa Diuji Emisi

Puluhan Kendaraan di Pulau Untung Jawa Diuji Emisi

Kamis, 14 Maret 2024 8890

Dinas LH Gelar Diskusi Strategi Pengendalian Kualitas Udara

Dinas LH Gelar Diskusi Strategi Pengendalian Kualitas Udara

Rabu, 17 Januari 2024 12409

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5329

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1388

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1451

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1380

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 561

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks