Atas Banjir, Dinas Tata Air Siapkan Konsep Konservasi Air

Kamis, 06 Agustus 2015 Reporter: Andry Editor: Lopi Kasim 4202

Atas Banjir, Dinas Tata Air Siapkan Konsep Konservasi Air

(Foto: doc)

Dinas Tata Air DKI berencana akan mengubah pola penanganan banjir maupun genangan di ibu kota dengan konsep konservasi air atau zero run off melalui metode pembangunan sumur serapan.

Ke depan, konsep penanganan genangan dan banjir adalah zero run off. Di mana air hujan yang turun kita usahakan masuk ke dalam tanah, bukan dibuang

‎Lewat sistem tersebut, banjir dan genangan dari air hujan tidak lagi dibuang dan diarahkan ke laut, tapi disimpan ke dalam sumur resapan. Air hujan dalam sumur resapan itu nantinya akan digunakan untuk air baku

‎"Ke depan, konsep penanganan genangan dan banjir adalah zero run off. Di mana air hujan yang turun kita usahakan masuk ke dalam tanah, bukan dibuang," ujar Tri Djoko Sri Margianto, Kepala Dinas Tata Air DKI, Kamis (6/8).

Dikatakan Tri, jika konsep konservasi air tersebut diterapkan di Taman Monas yang memiliki luas 80 hektare, simpanan air hujan di dalam sumur resapan dapat mencapai 1,6 juta kubik pertahun. Tabungan air itu nantinya bisa dimanfaatkan menjadi air baku dan dimanfaatkan di wilayah yang membutuhkan air karena dilanda kekeringan.

"Taman Monas luasnya 80 hektare. Hujan di Jakarta itu minimum 2-4 meter pertahun. Luas 80 hektare itu sama saja dengan 800 meter persegi. Jika ditabung di sumur resapan sedalam dua meter, air yang bisa dipakai 1,6 juta meter kubik pertahun," terangnya.

Ia mengutarakan, konsep konservasi air seperti ini rencananya juga akan diterapkan di sekolah-sekolah di wilayah Jakarta Selatan. Di mana masing-masing sekolah dibangun sejumlah sumur resapan yang mampu menampung air hujan ke dalam sumur.

"Jadi nanti kita panen air hujan, bukan membuang ke saluran kota," katanya.

Tri meyakini sistem pengendalian ini, tidak hanya efektif meminimalisir banjir di ibu kota, tetapi juga mampu menyelesaikan masalah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

"Kita mau mengatur ‎bagaimana supaya saat musim kemarau tidak kekurangan air, saat musim hujan tidak kebanjiran," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kondisi Muara Kali Cakung Drain Memprihatinkan

Kondisi Muara Kali Cakung Drain Memprihatinkan

Rabu, 05 Agustus 2015 7052

 Lahan Bekas Bongkaran Rawa Badung Akan Dijadkan Waduk

DKI akan Kembali Fungsikan Waduk Rawa Badung

Kamis, 06 Agustus 2015 6069

Ahok Optimis Penanganan Banjir Tahun Ini Lebih Baik

Ahok Optimis Penanganan Banjir Lebih Baik

Selasa, 04 Agustus 2015 3582

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2543

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1208

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 973

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 516

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 420

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks