Pemberlakuan ERP Terkendala Payung Hukum

Kamis, 20 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 3847

erp_istimewa_ilustrasimaret.jpg

(Foto: doc)

Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan electronic road pricing (ERP) masih terkendala dengan beberapa aturan. Sehingga penerapan jalan berbayar tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pun meminta agar aturan-aturan tersebut bisa dipercepat agar kemacetan di Jakarta bisa segera terurai.

Menurut Jokowi, pihaknya tidak mungkin untuk menabrak aturan yang ada. Meski semula akan diterapkan pada 2013 lalu, namun tetap harus menunggu payung hukum rampung. "Aturannya tidak memungkinkan untuk segera diterapkan. Ini tadi justru ramainya dimasalah aturan," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (20/3).

Pria asal Solo ini pun berharap agar aturan-aturan tersebut bisa segera diselesaikan. "Kita ingin cepat tapikan ada masalah aturan, UU, PP ada Perdanya sekarang kalau targetnya tahun kemarin tapi aturannya tidak memungkinkan bagaimana," kata Jokowi.

Payung hukum yang dimaksud tidak hanya ada di pemerintah pusat, seperti undang-undang atau peraturan pemerintah (PP). Tetapi juga ada di Pemprov DKI Jakarta berupa peraturan daerah (perda) mengenai retribusinya. Pengelolaan retribusi ERP sendiri akan dikoordinasikan dengan Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dan untuk penegakkan hukum berada di bawah wewenang Polda Metro Jaya. "Aturannya ya pusat dan daerah," katanya.

Pemprov DKI Juga telah juga meminta revisi Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRB). Sehingga nantinya pendapatan ERP dapat dialokasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana lalu lintas maupun membeli bus sedang dan angkutan kota.

Penerapan ERP akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, area penerapan ERP akan diberlakukan di kawasan penerapan 3 in 1 dan Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan. Adapun yang menjadi dasar pemilihan lokasi tersebut dikarenakan kawasan itu telah dikelilingi tiga koridor bus Transjakarta, yaitu Koridor I (Blok M - Kota), Koridor VI (Kuningan - Ragunan), dan Koridor IX (Pinangranti - Pluit).

Tarif yang akan diterapkan berdasarkan kajian sekitar Rp 6.500- Rp 21 ribu. Namun, kajian itu telah dilaksanakan bertahun-tahun yang lalu. Maka, kajian saat ini kemungkinan tarif ERP akan naik menggunakan konsep fine tuning atau penyesuaian kemampuan masyarakat dengan harga yang diyakini dapat meminimalisir kendaraan.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7088

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4771

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1556

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2395

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2267

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks