BPBD DKI Lakukan Koordinasi Terkait Kesiapan Teknik Modifikasi Cuaca

Selasa, 27 Desember 2022 Reporter: Yudha Peta Ogara Editor: Erikyanri Maulana 2614

BPBD DKI Lakukan Koordinasi Terkait Kesiapan Teknik Modifikasi Cuaca

(Foto: Istimewa)

Memperhatikan dinamika perkembangan cuaca di Jakarta jelang akhir tahun 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan koordinasi terkait rencana pelaksanaan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) bersama Wings Udara 1 Skuadron 2 TNI AU, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemprov DKI Jakarta siap dan siaga menghadapi ancaman potensi bencana hidrometeorologi

Kegiatan tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur pada Selasa (27/12), siang.

Sebelumnya BMKG telah merilis akan adanya potensi cuaca ekstrem di Jakarta pada periode tanggal 25 Desember 2022 - 1 Januari 2023. Sebagai upaya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, BPBD DKI melakukan koordinasi mengenai kemungkinan dilakukannya TMC di Jakarta.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan TNI AU dan BRIN, terdapat dua pola penanganan untuk TMC, pertama dengan 'jumping process' atau memprematurkan awan hujan untuk dicegat masuk ke wilayah Jakarta sehingga menjadi luruh dan hujan yang terjadi hanya sekadar gerimis. Kedua, dengan pola kompetisi yakni membakar bahan semaian garam dengan mengganggu pertumbuhan awan dengan cara menambah inti kondensasi," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI, Isnawa Adji.

TMC hanya akan efektif dilakukan mulai pagi hari hingga sekitar pukul 17.00 WIB dengan hasil efektif akan terjadi dalam 4-15 jam ke depan. TMC dapat disiapkan untuk dilaksanakan di Jakarta, apabila sudah ada penetapan status siaga darurat oleh kepala daerah.

Terhadap hal ini, BNPB menyatakan kesiapan untuk melaksanakan TMC, dibantu oleh TNI AU, BRIN dan BMKG.

"Pada prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta siap dan siaga menghadapi ancaman potensi bencana hidrometeorologi jelang pergantian tahun," kata Isnawa.

Ditambahkan Isnawa, jenis pesawat  CN 212 bisa membawa 800 kilogram bahan semaian garam dan penyebaran dilakukan secara manual. Sedangkan Cassa bisa memuat 2,4 ton dan butuh waktu dua jam mempersiapkan semaian dalam bentuk konsul-konsul serta Hercules bisa memuat minimal 5 ton bahan semaian garam.

BERITA TERKAIT
bnatuan

BPBD DKI Kirim Bantuan Tambahan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pela Mampang

Selasa, 27 Desember 2022 2331

Hujan Sedang dan Lebat, Beberapa Titik Wilayah DKI Jakarta Tergenang

BPBD Catat Genangan Terjadi di Dua Ruas Jalan dan Dua RT

Kamis, 22 Desember 2022 2243

Warga Jakarta Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan

Warga Diimbau Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan Ini

Selasa, 27 Desember 2022 2161

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9266

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3231

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3653

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1947

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1515

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks