Meski sudah sering digelar razia, namun hal tersebut sepertinya tidak membuat jera para pebalap motor liar untuk menjalankan aksinya. Sejumlah ruas jalan yang kerap dijadikan arena balap liar yakni, Jl Joglo Raya, Jl Kawa Lama, Jl Outer Ring Road, Jl Puri Kembangan dan Taman Aries di Jakarta Barat.
Seperti di Jl Outer Ring Road, Kembangan tepatnya dari arah Kembangan menuju Cengkareng yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Biasanya, balapan liar dilakukan mulai pukul 23.00-03.00 dengan start dari perempatan lampu merah kembangan dan finish di dekat kantor STT PLN.
Alhasil, kodnisi ini sangat mengganggu kenyamanan serta membahayakan pengendara yang melintas. Belum lagi suara bising yang ditimbulkan juga sangat meresahkan warga.
Maman (49), pedagang bambu di Jl Outer Ring Road menuturkan, aksi balap liar di Jl Outer Ring Road sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. "Sudah satu bulan terakhir sering dijadikan arena balapan liar. Ini sangat mengganggu sekali," keluh Maman, Minggu (30/3).
Maman pun berharap, petugas kepolisian segera merazia aksi balapan liar karena sudah sangat mengganggu. "Para pebalap liar tersebut sudah sangat meresahkan. Apalagi suara bising yang ditimbulkan dari kanlpot motor juga sangat mengganggu," katanya.
Kapolsek Kembangan, Kompol Heru Agus menuturkan, pihaknya sudah rutin menggelar razia balapan liar. Bahkan, para pebalap liar yang saat ini beraksi di Jl Outer Ring Road sebelumnya sering beraksi di sejumlah lokasi yang sudah dirazia. "Kami segera gelar razia di Jl Outer Ring Road. Sejak Januari hingga Maret 2014 sudah sekitar 50 sepeda motor ditertibkan dari arena balap liar," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 17 September 2026
2514
17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar
Senin, 14 September 2026
1204
Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing
Senin, 14 September 2026
967
111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis
Kamis, 17 September 2026
514
Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York