Jumat, 28 Maret 2014
Reporter: Nurito
Editor: Erikyanri Maulana
5621
(Foto: doc)
Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah ibu kota pada Jumat (28/3) siang hingga sore ini membuat ruas Jl Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur terendam banjir hingga ketinggian satu meter. Akibatnya banyak kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang terjebak hingga mogok. Arus lalu lintas di kawasan itu pun mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Sugiyo (45), warga RW 08, Kelapa Dua Wetan menuturkan, ruas jalan tersebut memang menjadi daerah langganan banjir, terutama pasca hujan deras dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Terlebih, kondisi ruas jalannya memang berada di dataran rendah serta terdapat cekungan. Kondisi ini juga diperparah dengan oleh kondisi saluran air yang tersumbat oleh sampah.
"Kalau hujan deras sebentar saja, jalan ini pasti banjir. Kalau sekarang kan ketinggian air satu meter. Kadang kalau hujannya lama bisa mencapai 1,5 meter genangannya," keluh Sugiyo, Jumat (28/3).
Kasie Sarpras Pengendali Banjir Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Timur, Supriyatno mengatakan, saluran air di Kelapa Dua Wetan sudah pernah dinormalisasi. Hanya saja karena warga kerap membuang sampah, kini menjadi tersumbat kembali.
Mengenai masih banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas saluran air, pihaknya berjanji segera melakukan penertiban. "Sebetulnya juga sudah pernah dibongkar, tapi kini muncul lagi," katanya.
Pihaknya, sambung Supriyanto, juga akan berkoordinasi dengan Sudin Kebersihan Jakarta Timur untuk membersihkan saluran air di sisi Jl Kelapa Dua Wetan.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7033
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4642
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2155
Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik
Sabtu, 31 Oktober 2026
1312
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan