2.000 TPS di DKI Masuk Kategori Rawan

Rabu, 02 April 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Agustian Anas 3755

tps_lama_6juli.JPG

(Foto: doc)

Sebanyak 2.000 dari 41 ribu tempat pemungutan suara (TPS) di ibu kota masuk kategori rawan. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Prayitno mengatakan, dari hasil pemetaan pihak kepolisian, ada sekitar 2.000 TPS dikategorikan rawan tindak kejahatan ataupun kecurangan.

Menurut Dwi, kerawanan yang terjadi pada TPS tersebut dikarenakan kondisi geografis. Daerah-daerah itu merupakan wilayah yang berada di perbatasan dengan kota lainnya. “Jadi memang kenapa rawan karena berada di perbatasan. Secara geografis itu ya jauh dari kota,” katanya, Rabu (2/4).

Untuk wilayah yang rawan, kata Dwi, pihaknya mengkategorikannya menjadi dua. Yang pertama, wilayah kategori rawan 1 yang berarti TPS masih cukup kondusif seperti di perkampungan dan pemukiman massa pendukung. Sementara, rawan 2 adalah lokasi TPS yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakat, TPS yang berdampingan dengan massa calon dan TPS di kawasan perbatasan. Sayangnya, Dwi tidak menjelaskan lokasi TPS rawan 1 dan 2. "Kita sudah petakan, dan kita juga sudah siapkan personel untuk menjaganya," ujarnya.

Untuk mengamankan pemilu yang akan digelar pada 9 April mendatang, Polda Metro Jaya menurunkan 2/3 personel. Pihaknya, lanjut Dwi, juga menyiapkan 40.356 personel yang akan ditempatkan di seluruh TPS. Jumlah tersebut adalah gabungan dari TNI dan satpol PP. Personel mulai diterjunkan pada masa kampanye hingga penetapan hasil. "40.356 personel gabungan itu terdiri dari unsur Polda 3.303, gabungan Polres 5.899 personel, BKO TNI 700 personel, Mabes Polri 10 personel, dan Pemprov DKI berjumlah 30.444 personel," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, untuk TPS yang masuk dalam kategori aman dijaga oleh satu polisi. Sementara, untuk kategori rawan satu dan dua, satu polisi bersenjata lengkap menjaga satu TPS. Rikwanto menjelaskan, pihaknya juga telah dibantu oleh TNI yang stanby dan siap dipanggil kapanpun. Selain itu, seluruh anggota juga disiagakan di Polres-polres dan Polda Metro Jaya. "Kalau memang situasi tidak dikehendaki terjadi, maka seluruh pasukan yang siaga akan didorong ke lokasi," katanya.

Rikwanto menegaskan, pengamanan oleh polisi akan dilakukan satu hari menjelang pencoblosan. "Mulai sore anggota Polri yang bertugas mengamankan sudah masuk ke TPS-TPS tempat dia ditugaskan untuk menjaga kotak suara. Lalu pada saat pencoblosan, mereka tetap berjaga di TPS yang ditugaskan. Sewaktu selesai, bersama-sama dengan polsek setempat juga menjaga surat suara yang sudah dicoblos di kelurahan,” tandasnya. 
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2749

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 734

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1399

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1014

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks