Djarot Imbau Warga Ikut Awasi Peredaran Beras Sintetis

Rabu, 20 Mei 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 4038

Djarot Minta Warga Ikut Awasi Peredaran Beras Sintetis

(Foto: Reza Hapiz)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengingatkan kepada warga ibu kota agar segera melaporkan jika menemukan beras berbahan plastik atau sintetis. Pasalnya makanan tersebut sangat berbahaya dan bisa membunuh orang jika dikonsumsi.

Belum ada yang masuk laporan ke saya. Kalau ada ketemu itu laporkan ya, di mana tempatnya, konsumen di mana

Demikian disampaikan Djarot terkait dengan penemuan beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, hingga saat ini di Jakarta belum ditemukan beras sintetis. Namun dalam pengawasannya, masyarakat diminta untuk ikut berpartisipasi.

"Belum ada yang masuk laporan ke saya. Kalau ada ketemu itu laporkan ya, di mana tempatnya, konsumen di mana," kata Djarot di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/5).

Mantan Walikota Blitar ini mengaku geram dengan pelaku yang dengan sengaja menjual beras sintetis tersebut. Mengingat orang yang mengkonsumsi beras tersebut bisa meninggal dunia.

"Itu kurang ajar, bunuh orang itu, itu bisa bunuh orang itu," tegas Djarot.

Seperti diketahui, seorang penjual bubur di Perumahan Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Dewi Septiani (29), menemukan butiran-butiran beras yang diduga terbuat dari plastik.

Dewi membeli beras sebanyak enam liter di toko langganannya dengan harga Rp 8.000 per liter. Keanehan dari beras tersebut dia rasakan setelah mengolahnya menjadi bubur. Beras yang dibeli sudah dimasak menjadi bubur, namun hasilnya tidak maksimal bahkan berbau tak sedap seperti nasi basi.

Sang adik, Putri Novaliany (27), mencoba untuk mengkonsumsi beras yang telah dimasak menjadi bubur itu. Setelah memakannya, Putri merasa mual dan juga pusing. Beruntung belum ada satupun orang yang membeli bubur tersebut.

Lantaran keanehan yang dialami, keduanya memutuskan untuk tidak menjual bubur dan melaporkan ke Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM).

Masyarakat pun diminta untuk berhati-hati dalam membeli beras. Perlu dilakukan pemeriksaan singkat sebelum membeli. Biasanya butiran beras plastik terlihat polos dan tanpa serat. Sementara beras asli biasanya memiliki serat dan memiliki bagian berwarna putih susu di tengahnya.

BERITA TERKAIT
Basuki Akan Suntikkan Modal Rp 1,5 T ke PT FSTJ

Amankan Stok Beras, DKI Suntik FSTJ Modal Rp 1,5 Triliun

Selasa, 31 Maret 2015 4397

penyaluran beras raskin

Pemkot Jakbar Salurkan 714.420 Kg Raskin

Selasa, 31 Maret 2015 4458

Jual Makanan Berformalin, Pedagang Terancam Diusir Dari Pasar

Jual Makanan Berformalin, Izin Berdagang Terancam Dicabut

Sabtu, 04 April 2015 4538

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7133

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4826

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2099

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2504

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1114

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks