Terminal Bayangan Bermunculan di Lebak Bulus

Rabu, 26 Maret 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Agustian Anas 4858

lebak_bulus_tutup_rio.jpg

(Foto: doc)

Penutupan Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan ternyata menimbulkan masalah baru. Kini, banyak bermunculan terminal bayangan di sepanjang Jl Raya Pasar Jumat, Jl Ciputat Raya, hingga pinggir tol TB Simatupang arah ke Cilandak.

Hal ini dikeluhkan oleh pengendara kendaraan bermotor yang melewati jalan tersebut. Bukan hanya banyak bus AKAP yang melambatkan kecepatannya, sopir juga sering memarkir busnya di pinggir jalan.

"Biasanya, jam 2 siang sudah banyak bus AKAP yang ngetem di depan Sekolah Polisi. Jadi macet, padahal kalau sore mulai banyak kendaraan," ungkap Baharudin (42), salah satu pengendara, Rabu (26/3).

Menurut Baharudin, bus-bus berbadan besar itu memakan sepertiga dari lebar jalan. Sementara bus kota pun juga harus menaikkan dan menurunkan penumpang. "Jadi kalau ada bus kota yang menurunkan atau menaikkan penumpang, jadi lebih setengah jalan. Mobil pribadi jadi susah lewat," keluhnya.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan AB Nahor mengatakan, pihaknya akan menempatkan petugas untuk jam-jam sibuk di lokasi tersebut. Selain petugas yang di lapangan, petugas dari UPT Terminal Lebak Bulus juga ikut diperbantukan.

"Sekarang kita dorong dan tertibkan bus-bus itu, tapi kalau masih ada loket yang menjual di dalam terminal agak sulit. Selalu kita tempatkan petugas agar bus AKAP tidak ngetem," tegasnya.

Nahor mengatakan, sebenarnya bus-bus AKAP yang lewat jalan tersebut saat ini adalah armada yang masuk Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Mereka harus lewat jalan ini untuk bisa mencapai Tol TB Simatupang. "Itu dari Terminal Pondok Cabe, mereka lewat dan memang sering mengambil penumpang jadi pelan. Ini kan masa transisi, terminal di sana belum sempurna mungkin masih terkendala anggaran," terangnya.

Saat ini, kata Nahor, pihaknya hanya bisa menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas. Namun begitu Nahor meminta agar proyek MRT segera dijalankan. "Kalau proyek MRT dijalankan, loket tidak ada, pasti otomatis bisa hilang. Apalagi kalau tol dari Ciputat-Cikeas jadi, pasti bus-yang masuk Terminal Pondok Cabe ini tidak lewat sini," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7033

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4641

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2152

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1312

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1745

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks