Sanggar Mekar Jaya Rutin Tampilkan Wayang Kulit Betawi

Sabtu, 11 Januari 2020 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Budhy Tristanto 6011

Wayang Kulit Betawi SMJ Jadi Langganan Tampil di Museum Wayank Kota Tua

(Foto: doc)

Jika mendengar nama Wayang Kulit, mungkin banyak orang tahu itu adalah salah satu kesenian asal Jawa Tengah. Tapi, jarang yang tahu kalau ada juga Seni Wayang Kulit Betawi.

Dari banyak seni Betawi, Wayang Kulit Betawi jadi salah satu yang jarang tampil.

Lumrah, kalau memang sedikit yang mengetahui tentang Wayang Kulit Betawi. Sebab, seni ini jarang sekali ditampilkan di tengah masyarakat, berbeda dengan Wayang Kulit Jawa Tengah atau Wayang Golek Jawa Barat.

Meski kalah pamor dibanding seni serupa dari Jawa Tengah dan Jawa Barat, namun upaya Sanggar Mekar Jaya (SMJ) untuk mempopularkan Wayang Kulit Betawi saat ini, patut diacungi jempol.

Sanggar yang dipimpin Sukarlana (52), secara rutin sebulan sekali menampilkan pertunjukkan Wayang Kulit Betawi di Museum Wayang, kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

"Dari banyak seni Betawi, Wayang Kulit Betawi jadi salah satu yang jarang tampil. Imbasnya, jadi kurang popular dibanding Wayang Kulit Jawa dan Wayang Golek Sunda, " ucap Sukarlana, Sabtu (11/1).

Diungkapkan Sukarlana, secara fisik bentuk Wayang Kulit Betawi tidak berbeda dengan Wayang Kulit Jawa. Namun, memang ukirannya tampak lebih kasar.

Nama tokoh punakawan Wayang Kulit Jawa dengan Wayang Kulit Betawi juga berbeda.

Versi Jawa Tengah maupun Timur, untuk para punakawan dalam pewayangan bernama Gareng, Petruk dan Bagong. 

Sedangkan untuk versi Betawi, sama dengan Wayang Golek Sunda, nama tokoh punakawannya yaitu, Astrajingga (Cepot), Dawala, dan Gareng.

"Bahasa yang saya gunakan juga terkadang dicampur-campur dengan bahasa Sunda, saat melakoni dalang Betawi," tuturnya.

Perihal lakon yang ditampilkan, terang Sukarlana, lakon pesan moral yang disesuaikan dengan kekinian, misalnya menjaga kebersihan lingkungan, gotong royong, dan lain sebagainya.

Dia berharap, kebijakan Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, yang memfasilitasi sanggar seni yang dipimpinnya tampil rutin setiap bulan di museum, bisa mengangkat pamor Wayang Kulit Betawi agar lebih dikenal masyarakat.

"Dengan sering tampilnya Wayang Kulit Betawi  di Museum Wayang, merupakan wujud komitmen Pemprov DKI Jakarta  melestarikan seni Betawi agar tidak punah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 31.319 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Saat Libur Nataru

31.319 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Saat Libur Nataru

Kamis, 02 Januari 2020 1779

Gambang Kromong SSBKB Kombinasikan Alat Musik Tradisional Dengan Modern

Sanggar Seni Betawi Kota Bambu Terus Kreasikan Gambang Kromong

Minggu, 15 Desember 2019 14500

Perkenalkan Seni dan Budaya Betawi Sanggar Ratnasari Sering ke Luar Negeri

Sanggar Ratnasari Terus Promosikan Seni Budaya Betawi ke Luar Negeri

Rabu, 27 November 2019 6547

Yuk, Nonton Wayang Kulit di Pasar Seni Ancol

Yuk, Nonton Wayang Kulit di Pasar Seni Ancol

Kamis, 07 November 2019 3418

BERITA POPULER
Sampah genangan kramatjati nur2

25 Ton Sampah Sisa Genangan di Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

Kamis, 26 Maret 2026 1833

Personel Gabungan Bersihkan Sampah Pasca Genangan di Ciracas

Personel Gabungan Kebut Pembersihan Sampah Pascagenangan di Ciracas

Rabu, 25 Maret 2026 1857

4.Rano Ajak 400 Anak Nonton Film Pelangi di Mars

Wagub Nonton Pelangi di Mars Bareng Anak Yatim-Piatu

Jumat, 27 Maret 2026 1188

P3k dki jakarta

Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

Minggu, 29 Maret 2026 813

Ancol libur lebaran rezap

Transaksi Program Mudik ke Jakarta Sudah Tembus Rp 21 Triliun

Rabu, 25 Maret 2026 1314

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks