Tingkat Pengangguran di Jakarta Menurun

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Kamis, 03 Oktober 2019 11:16 WIB | Dibaca 738 kali
Tingkat Pengangguran di Jakarta Menurun (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Tingkat pengangguran di DKI Jakarta pada tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan 2018. Pada tahun 2018 jumlah penganguran di Ibukota mencapai 314.840 orang, sementara di tahun 2019 menjadi 279.590 orang.

" 5,13 persen dari angkatan kerja"

Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Suryana mengatakan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis pihaknya pada bulan Februari 2019 lalu, jumlah usia kerja di DKI Jakarta tahun 2019 sebesar 7.930.260 orang. Kemudian, jumlah angkatan kerja di DKI Jakarta tahun 2019 sebesar 5.447.510 orang.

"Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di DKI Jakarta pada Februari 2019 sebesar 5,13 persen dari angkatan kerja," ujarnya, Kamis (3/10).

Suryana menjelaskan, untuk usia kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun dan lebih. Sedangkan, angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang bekerja, atau sementara tidak bekerja dan pengangguran.

"Berdasarkan data yang ada, tingkat pengaguran di Jakarta tahun ini turun sebesar 1,11 persen dibandingkan tahun lalu," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansyah menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya optimal memfasilitas masyarakat yang mencari pekerjaan maupun ingin berwirausaha.

"Setiap tahun, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta secara rutin mengadak job fair atau bursa kerja yang diselenggarakan di lima wilayah kota. Bursa kerja itu diikuti oleh puluhan perusahaan dengan ribuan lowongan pekerjaan," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan pelatiahna-pelatihan kerja secara gratis melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) dan Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI).

"Peserta pelatihan diberikan sertifikasi sesuai bidang keahlian. Mereka bisa lebih mudah diterima berkerja karena ada link and match. Tapi, kalau ingin berwirausaha mereka juga sudah memiliki bekal keterampilan yang cukup," tandasnya.

TOP